Tari Jepin Anyam Tali Selampik, Warisan Budaya yang Terus Hidup di Kabupaten Sangga

  • 17 Apr 2026 19:29 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tari Jepin Anyam Tali Selampik menjadi salah satu warisan budaya khas masyarakat Kabupaten Sanggau yang hingga kini masih dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Tarian ini tidak hanya menyuguhkan keindahan gerak, tetapi juga sarat makna filosofis dan nilai sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat.

Tari Jepin Anyam Tali Selampik merupakan tarian tradisional yang berkembang dari budaya Melayu di wilayah Sanggau. Tarian ini biasanya dibawakan secara berkelompok dengan pola gerak yang saling terkait, menyerupai proses menganyam tali atau selampik (hiasan kain yang digunakan dalam busana adat). Gerakan tersebut menggambarkan kebersamaan, keterikatan, dan harmoni dalam kehidupan sosial masyarakat.

Secara historis, tari ini berakar dari pengaruh seni budaya Islam yang masuk ke Kalimantan Barat, khususnya melalui kesenian Jepin yang berkembang di kalangan masyarakat Melayu pesisir. Seiring waktu, masyarakat Sanggau mengembangkan variasi khasnya dengan memasukkan unsur lokal, sehingga lahirlah Tari Jepin Anyam Tali Selampik sebagai identitas budaya daerah.

Makna utama dari tarian ini terletak pada filosofi “anyaman”, yang melambangkan persatuan dan kerja sama. Setiap penari bergerak selaras, membentuk pola yang teratur dan saling terhubung, mencerminkan pentingnya solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, selampik sebagai simbol juga merepresentasikan keindahan dan kehormatan dalam tradisi adat.

Dalam kehidupan sosial, Tari Jepin Anyam Tali Selampik memiliki fungsi penting sebagai media ekspresi budaya sekaligus sarana mempererat hubungan antarwarga. Tarian ini kerap ditampilkan dalam berbagai acara adat, perayaan, hingga penyambutan tamu kehormatan. Kehadirannya menjadi simbol identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Sanggau.

Giring, penulis Kalimantan Review, menegaskan bahwa pelestarian tarian ini menjadi tanggung jawab bersama. “Tari Jepin Anyam Tali Selampik bukan sekadar hiburan, tetapi representasi nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Sanggau yang harus dijaga lintas generasi,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa upaya pelestarian perlu didukung melalui pendidikan budaya dan keterlibatan generasi muda agar kesenian ini tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Dengan nilai historis, estetika, dan sosial yang dimilikinya, Tari Jepin Anyam Tali Selampik terus menjadi simbol hidupnya tradisi di tengah masyarakat modern. Pemerintah daerah dan komunitas seni diharapkan terus bersinergi untuk menjaga eksistensi warisan budaya ini agar tetap lestari di masa mendatang.

Baca juga: Gawai Dayak: Tradisi Syukur Panen yang Sarat Makna dan Perekat Sosial Masyarakat⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....