Mengintip Etika Bertamu yang Mulai Tergeser

  • 08 Apr 2026 11:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Budaya bertamu di Indonesia dikenal penuh dengan tata krama dan kehangatan. Namun, seiring dengan masifnya penggunaan teknologi komunikasi, etika bertamu yang dahulu dianggap sakral kini perlahan mulai mengalami pergeseran di tengah masyarakat urban.

Perubahan ini tidak hanya terjadi pada cara orang berkunjung, tetapi juga pada bagaimana tuan rumah menyambut tamu. Berikut adalah beberapa poin etika bertamu yang kini mulai terlupakan namun penting untuk diingat kembali:

Kabar Lewat Ponsel Bukan Berarti Izin Instan

Dahulu, bertamu membutuhkan janji temu yang dibuat jauh-jauh hari atau melalui surat. Kini, pesan singkat melalui WhatsApp sering dianggap sebagai tiket masuk yang sah.

Idealnya, pemberitahuan dilakukan minimal beberapa jam sebelumnya, memberikan ruang bagi tuan rumah untuk bersiap atau menolak secara halus jika sedang memiliki agenda lain.

Gangguan Layar di Tengah Obrolan

Salah satu etika yang paling sering dilanggar saat ini adalah penggunaan ponsel di meja tamu. Menaruh ponsel di atas meja atau terus-menerus mengecek notifikasi saat sedang berbincang dianggap kurang menghargai kehadiran tuan rumah.

Bertamu sejatinya adalah momen untuk menyambung tali silaturahmi secara fisik dan emosional. Fokus pada lawan bicara tanpa distraksi layar adalah bentuk penghormatan tertinggi dalam interaksi sosial.

Durasi Kunjungan yang Terlupakan

Sering kali tamu lupa waktu karena terlalu asyik mengobrol. Di masa lalu, ada pemahaman tidak tertulis mengenai waktu-waktu sensitif untuk bertamu, seperti saat jam istirahat siang atau menjelang waktu ibadah. Memperhatikan isyarat non-verbal dari tuan rumah—seperti sering melihat jam atau mulai membereskan meja—adalah keterampilan sosial yang mulai memudar.

Menghidupkan Kembali Adab Tradisional

Melestarikan etika bertamu bukan berarti kita kaku terhadap perkembangan zaman. Namun, esensi dari bertamu adalah kenyamanan kedua belah pihak. Mengucapkan salam dengan tulus, membawa sedikit buah tangan jika memungkinkan, dan memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi adalah nilai-nilai yang tak lekang oleh waktu.

Mari kita jaga hangatnya ruang tamu kita dengan adab yang baik, agar kunjungan tak sekadar menjadi pertemuan fisik, tapi juga menjadi kenangan yang berkesan bagi sang tuan rumah.

Baca juga: Lingkaran Pertemanan Mengecil Seiring Usia

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....