Pepatah Lama: Ada Udang di Balik Batu

  • 21 Feb 2026 21:10 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Dahulu kala, di sebuah kampung kecil di tepian sungai yang airnya tenang dan panjang, hiduplah seorang pemuda bernama Jaya. Ia dikenal sebagai anak yang rajin dan jujur. Setiap hari, Jaya membantu ibunya mencari ikan dan udang di sela-sela batu sungai.

Kampung itu hidup sederhana. Warganya saling mengenal dan mempercayai satu sama lain. Namun, kedamaian itu mulai berubah ketika datang seorang pendatang bernama Barta. Ia berpakaian rapi, berbicara manis, dan mengaku ingin membantu warga menjadi lebih sejahtera.

“Aku punya cara agar kalian bisa mendapatkan hasil sungai lebih banyak,” kata Barta suatu hari di balai kampung. Warga yang mendengar langsung tertarik. Siapa yang tidak ingin hidup lebih mudah?

Barta kemudian menawarkan alat tangkap baru yang katanya lebih canggih. Namun, alat itu harus dibeli dengan harga yang cukup mahal. Banyak warga ragu, tetapi karena bujuk rayu dan janji keuntungan besar, sebagian dari mereka akhirnya membeli.

Jaya termasuk yang merasa ada yang tidak beres. Ia terbiasa mencari udang dengan cara sederhana, mengangkat batu-batu di tepi sungai. Dari situlah ia belajar satu hal: jika ada sesuatu yang tersembunyi di balik batu, biasanya ada maksud tertentu.

Suatu pagi, Jaya mencoba alat yang dijual Barta milik tetangganya. Hasilnya tidak jauh berbeda dengan cara lama. Bahkan, beberapa alat mudah rusak.

Jaya mulai memperhatikan gerak-gerik Barta. Ia melihat pendatang itu sering menghitung uang hasil penjualan dengan wajah puas, tetapi jarang turun ke sungai seperti yang ia janjikan.

Rasa curiga Jaya semakin kuat. Ia pun mengajak beberapa warga untuk memeriksa alat-alat yang dijual. Ternyata, alat itu hanyalah barang biasa yang dibeli murah dari kota, lalu dijual kembali dengan harga berkali-kali lipat.

Warga merasa tertipu. Mereka pun mendatangi Barta untuk meminta penjelasan. Namun, sebelum sempat mempertanggungjawabkan perbuatannya, Barta sudah pergi meninggalkan kampung dengan membawa banyak uang warga.

Sejak saat itu, warga belajar dari kejadian tersebut. Mereka kembali menggunakan cara-cara lama yang terbukti lebih aman dan tidak mudah percaya pada janji manis orang asing.

Jaya lalu berkata kepada anak-anak kampung yang sedang belajar mencari udang di tepi sungai.

“Kalau kalian mengangkat batu, sering kali ada udang di baliknya. Tapi ingat, dalam kehidupan juga begitu. Jika seseorang terlalu manis memberi janji, bisa jadi ada maksud tersembunyi di baliknya.”

Baca juga: Pepatah Lama: Bagai Pungguk Merindukan Bulan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....