Pepatah Lama: Ada Udang di Balik Batu

  • 14 Feb 2026 17:27 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Matahari mulai condong ke ufuk barat, membiarkan cahaya keemasannya memantul di permukaan Sungai Kapuas yang tenang. Di sebuah kedai kopi kayu yang menjorok ke sungai, Bimo dan Seno duduk berhadapan. Suara mesin motor klotok yang melintas sesekali memecah keheningan, bersahutan dengan riak air yang menghantam tiang-tiang penyangga kedai.

Bimo: (Meletakkan cangkir kopinya, matanya menatap riak air) "Sen, kamu merasa ada yang aneh nggak sih sama si Fajar belakangan ini? Tadi pagi dia tiba-tiba traktir aku kopi, terus nanya-nanya soal proyek besar yang lagi aku pegang."

Seno: (Sambil menyeruput kopi hitamnya, matanya menyipit terkena silau matahari) "Wah, jarang-jarang Fajar begitu. Biasanya kan dia paling perhitungan kalau soal uang, apalagi soal urusan kerjaan orang lain. Di kantor tadi dia juga tampak lebih 'manis' dari biasanya."

Bimo: "Nah, itu dia! Habis traktir, dia memuji-muji caraku presentasi kemarin. Padahal minggu lalu dia yang paling kencang mengkritik di depan bos. Aku jadi agak merinding sendiri."

Seno: (Tersenyum tipis) "Hati-hati, Bim. Kamu lihat air Kapuas ini? Di atasnya tenang, tapi di bawah sana kita nggak tahu arus apa yang lagi bergerak. Kamu harus ingat pepatah lama, 'Ada udang di balik batu.' Nggak mungkin orang yang biasanya dingin tiba-tiba jadi sehangat itu tanpa tujuan tertentu."

Bimo: "Maksudmu dia mau sesuatu dari aku?"

Seno: "Bisa jadi. Kabarnya posisi Supervisor bulan depan bakal kosong, kan? Mungkin dia mau cari muka atau malah mau mengulik kelemahan proyekmu supaya dia yang kelihatan lebih unggul di depan manajemen. Dia cuma butuh batu loncatan."

Bimo: "Waduh, aku hampir saja terpancing buat cerita banyak tadi. Untung aku cuma jawab yang umum-umum saja karena merasa sedikit curiga."

Seno: "Baguslah. Berbuat baik itu wajib, tapi waspada itu perlu. Jangan sampai kebaikan seseorang membuat kita lengah terhadap niat asli yang dia sembunyikan di bawah 'batu' pencitraannya itu. Jangan sampai kamu terjaring karena terlalu percaya."

Bimo: "Bener juga ya. Kayaknya aku harus lebih teliti melihat mana yang tulus dan mana yang cuma 'modus'. Makasih ya, Sen, kopinya jadi terasa lebih melek sekarang."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....