Pepatah Lama: ketika Kebaikan Bertemu Pengkhianatan
- 13 Feb 2026 09:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Sisa-sisa hujan semalam masih meninggalkan aroma tanah yang basah di sepanjang jalanan Kota Pontianak. Udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya, membuat orang-orang lebih memilih merapatkan jaket mereka. Di sudut Warkop Panorama yang legendaris, uap panas mengepul dari teko-teko besar yang beradu dengan denting sendok dan gelas kaca.
Aris duduk termenung di pojok ruangan, menatap kosong ke arah jalanan yang masih menyisakan genangan air. Di depannya, segelas kopi susu yang sudah mendingin tampak tak tersentuh. Tak lama kemudian, Budi datang dengan motornya, memarkirkannya dengan tergesa, lalu menghampiri Aris yang tampak murung. Kemudi dua sahabat itu terlibat obrolan serius.
Aris: (Menghela napas panjang sambil menatap cangkir kopinya) "Bud, aku benar-benar tidak habis pikir. Aku sudah membantu dia dari nol, meminjamkan modal tanpa bunga, bahkan membukakan jalan ke koneksiku. Tapi sekarang? Dia malah mencoba menjatuhkan bisnisku dari belakang."
Budi: "Sabar, Ris. Sepertinya kamu sedang mengalami apa yang orang tua dulu bilang: Air susu dibalas dengan air tuba."
Aris: "Tepat sekali! Itulah yang kurasakan. Aku memberikan yang terbaik—'air susu'—tulus untuk menolongnya. Tapi yang aku terima justru 'air tuba', racun yang merusak segalanya. Kenapa ya ada orang yang setega itu?"
Budi: "Dunia memang penuh warna, Ris. Kadang-kadang, kebaikan yang kita berikan tidak selalu menumbuhkan rasa syukur di hati orang lain. Ada orang yang justru merasa terbebani oleh budi baik, atau malah merasa iri melihat orang yang menolongnya lebih sukses."
Aris: "Tapi ini tidak adil. Kalau memang tidak bisa membalas, setidaknya jangan menusuk dari belakang. Peribahasa itu benar-benar menggambarkan pahitnya pengkhianatan ini."
Budi: "Memang pahit. Namun, ada pelajaran penting di balik pepatah itu. 'Air susu' yang kamu berikan tetaplah susu, ia lambang ketulusanmu. Sedangkan 'air tuba' adalah cerminan karakter dia. Jangan sampai tuba yang dia berikan mengubah susu di hatimu menjadi pahit juga."
Aris: "Maksudmu?"
| Baca juga: Pepatah Lama: Ada Udang di Balik Batu |
Budi: "Maksudmu, jangan biarkan pengkhianatannya membuatmu berhenti menjadi orang baik. Kalau kamu berhenti menolong orang lain hanya karena satu orang ini, berarti racun tubanya sudah berhasil merusak prinsip hidupmu."
Aris: (Terpaku sejenak) "Kamu benar. Aku memang sakit hati, tapi aku tidak mau jadi orang yang pendendam atau tertutup bagi orang lain yang benar-benar butuh bantuan."
Budi: "Nah, itu baru sahabatku. Ingat, meskipun air susu dibalas air tuba, langit tidak akan pernah salah alamat dalam memberikan balasan. Fokus saja pada apa yang bisa kamu perbaiki sekarang."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....