MTQBB 2026, Ajang Tilawah Sekaligus Pererat Hubungan Kota-kota se-Borneo

  • 07 Okt 2026 14:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Majelis Tilawah Al-Quran Bandaraya Se-Borneo (MTQBB) 1448 H/2026 M di Kuching, Sarawak, Malaysia, bakal menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan masyarakat dan pemerintah kota di kawasan Borneo. Hal itu disampaikan Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa, saat menyampaikan undangan kepada Wali Kota Pontianak untuk menghadiri MTQBB 2026 di Kuching, Selasa, 6 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Musa menyerahkan langsung surat undangan MTQBB kepada Wali Kota Pontianak. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. “Insya Allah Bapak Wali Kota Pontianak akan hadir pada acara peresmian MTQBB di Kuching. Kehadiran beliau juga bertepatan dengan agenda pertemuan wali kota se-Borneo,” ujar Andi Musa.

MTQBB 1448 H/2026 M akan berlangsung 26–29 Oktober 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia, yang diselenggarakan Majlis Islam Sarawak bekerja sama dengan Dewan Bandaraya Kuching Utara (DBKU).

Menurut Andi Musa, kehadiran Wali Kota Pontianak tidak hanya menjadi bagian dari dukungan terhadap para peserta Indonesia yang tampil dalam MTQBB, tetapi juga memiliki arti strategis dalam membangun silaturahmi dan kerja sama antarkota di Pulau Borneo. Terlebih, MTQBB tahun ini diikuti peserta dari sejumlah wilayah di Borneo, termasuk lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.

Dari Kalimantan Indonesia, sebanyak 16 peserta akan mengikuti cabang tilawah dan hafazan Al-Quran. Kalimantan Barat mengirimkan empat peserta, masing-masing dua peserta tilawah dan dua peserta hafazan. Kalimantan Timur juga empat peserta, Kalimantan Selatan empat peserta, Kalimantan Tengah tiga peserta dan Kalimantan Utara satu peserta.

Bukan sekedar kompetisi, Andi Musa menilai MTQBB tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi membaca dan menghafal Al-Quran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya masyarakat dan pemimpin dari berbagai wilayah di Borneo.

“Ini bukan hanya soal perlombaan. Ada silaturahmi, persaudaraan dan semangat membangun hubungan yang lebih erat di antara masyarakat Borneo,” katanya.

Menurutnya, kedekatan geografis dan budaya masyarakat di Pulau Borneo menjadi modal penting untuk terus memperkuat hubungan tersebut melalui kegiatan keagamaan, sosial maupun kebudayaan. MTQBB sendiri akan diisi rangkaian kegiatan mulai Bicara Mufti Se-Borneo, Tilawah Al-Quran, Hafazan Al-Quran, hingga acara peresmian dan malam penyampaian hadiah.

Acara peresmian dijadwalkan pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, di Dewan Kompleks Islam Sarawak. Dalam agenda tersebut, peresmian akan dilakukan oleh Premier Sarawak. Sementara malam penutupan sekaligus pengumuman keputusan MTQ dan Hafazan Al-Quran Se-Borneo dijadwalkan Kamis malam, 29 Oktober 2026. Penyampaian hadiah akan disempurnakan oleh Yang di-Pertua Negeri Sarawak.

Andi Musa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Ketua Umum LPTQ se-Kalimantan yang telah bersama-sama mengikutsertakan para peserta terbaiknya. “Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan para Ketua Umum LPTQ se-Kalimantan. Mudah-mudahan anak-anak kita dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kalimantan serta Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap keikutsertaan 16 peserta tersebut dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus memperkuat tradisi pembinaan Al-Quran di masing-masing daerah. “Mohon doa kita semua agar seluruh rangkaian MTQBB berjalan lancar dan anak-anak kita diberikan kemudahan serta mampu meraih prestasi terbaik,” tuturnya.

Dari ruang kerja Wali Kota Pontianak, sebuah undangan berangkat menuju Kuching. Bukan hanya membawa nama Pontianak, tetapi juga membawa pesan bahwa Al-Quran dapat menjadi jembatan persaudaraan masyarakat serumpun di seluruh Borneo.

Baca juga: Pemprov Kalbar Beri Apresiasi dan Bonus Kafilah Berprestasi MTQ Nasional 2026

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....