Aksi Kemanusiaan dan Panggung Seni Warnai Hari Literasi di Jungkat
- 13 Sep 2026 22:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pangkalan Mas, Pasar Jungkat, Kabupaten Mempawah, berubah menjadi panggung ekspresi seni lintas generasi pada Sabtu malam, 12 September 2026. Antusiasme pengunjung tampak mewarnai lokasi acara untuk menyaksikan perpaduan memukau antara pertunjukan tradisi lokal, kreasi pelajar muda, dan aksi penggalangan dana kemanusiaan dalam rangka Peringatan Hari Literasi Internasional 2026.
Acara yang dipandu MC Yerry Deswanto diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustazah Agustiani. Seusai pembukaan seremonial dan penyerahan penghargaan budaya, panggung hiburan langsung diguncang oleh penampilan grup hadrah Syaibatul Hamdi. Grup hadrah yang berdiri sejak tahun 2015 dengan dikomandoi Muhammad Tahir ini, menerjunkan tujuh personil, yaitu M. Ridho, Fadhlan, Rahmatika Musirani, Melisa, Novita Sari, Zakira Natisya, dan Ayla Nur Azka.

Kemeriahan semakin memuncak saat Sanggar Bangsawan Pangkalan Mas Jungkat menyuguhkan pementasan drama. Sanggar legendaris yang kerap mewakili Kalimantan Barat di ajang nasional seperti TMII, Bali, hingga TVRI Kalbar ini sukses memikat perhatian penonton lewat kebolehan seni peran para anggotanya. Pementasan tersebut dibawakan secara apik oleh para pemain, yakni H. Kurniawan, S.Pdi., Subandriyo, S.P., Yahya, Sy. Salim, Maisita, Sumarni, dan Darmawan.
Generasi muda Kecamatan Jungkat juga menunjukkan taji prestasinya di atas panggung. Pelajar SMPN 1 Jungkat tampil memukau lewat dua sajian, yakni pertunjukan pantomim oleh Dimas Fajar Alfianto dan Musayyar Rahmat Septianto, serta peragaan Seni Syair Tundang yang dibawakan oleh sembilan siswa (Fitria, Keysa, Abi, Dimas, Anggi, Arif, Furqan, Sy. Noval, dan Ahmad Imam). Grup Tundang SMPN 1 Jungkat ini merupakan peraih Juara 1 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP/MTs se-Kalbar 2025.
Tidak kalah memukau, grup Aksara Acoustic dari SMAN 1 Siantan menampilkan musikalisasi puisi yang dinamis. Mereka membawakan dua puisi karya Idrus Jungkat atau Tok Dalang, bertajuk "Rintihan Hutan" dan "Sebait Do'a untuk Pahlawan", dengan aransemen apik dari Ridho Novreza Sanjaya. Tim peraih Juara 2 Lomba Akustik se-Kalbar ini diperkuat oleh vokalis Vanesa Junita Tri Ariani dan Dira Candrasari, bassist Nazril Syawal, percussionist Aris Saputra, lead guitarist M. Dzakky Hummam, keyboardist Kendrick Giedion, serta rhythm guitarist Habib Afdhal. Panggung seni makin lengkap dengan aksi pendongeng Mardiyah, A.Ma., pembacaan puisi oleh Pradono, serta kolaborasi syahdu Syair Melayu dari Ustazah Agustiani yang diiringi gesekan biola indah dari Firman Violin.
Di balik semarak pertunjukan seni, malam peringatan tersebut juga menyentuh sisi humanis melalui doa bersama dan aksi solidaritas sosial. Momen haru tercipta saat panitia memimpin doa untuk almarhum Hamidon bin Abdul Majid alias Miduns Al-Fatih, Ketua Laskar Sayd Indonesia. Dalam kesempatan itu, terkumpul donasi sebesar Rp875.000 yang kemudian diserahkan kepada istri almarhum, Suhermawati. Namun, dengan kebesaran hati, Suhermawati menyerahkan kembali seluruh dana tersebut untuk digabungkan ke penggalangan dana bagi Shofia, anak penderita kelainan jantung bawaan. Tambahan ini menggenapkan donasi awal sebesar Rp5.700.000, sehingga total sumbangan untuk Shofia malam itu terkumpul mencapai Rp6.575.000, sebuah inisiatif yang mendapat apresiasi khusus dari Sultan Pontianak IX, Syarif Melvin Alkadrie, S.H., M.E.
"Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan perubahan zaman yang cepat, kita jangan sampai kehilangan rasa kemanusiaan. Bantuan kecil yang diberikan dengan ketulusan memiliki arti yang sangat besar bagi sesama yang membutuhkan," ujar Sultan seraya mendoakan kesembuhan Shofia dan mengetuk hati para penderma.

Seluruh alur pergelaran yang memadukan hiburan, literasi, dan empati sosial ini berjalan sukses berkat kerja keras tim kepanitiaan. Panitia pelaksana yang dipimpin Widi Apriadi (Ketua), Noto Wahono (Sekretaris), Nanda (Bendahara), beserta jajaran anggota (Pikal, Murdani, Nurwahdini, Julinda, dan Riska) berhasil menghadirkan malam puncak yang berkesan hingga ditutup secara resmi pada pukul 23.00 WIB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....