Tampil Natural tanpa Menor lewat Tren "Anti-Blush"
- 12 Sep 2026 17:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dunia kecantikan kembali menghadirkan tren baru yang sedikit berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Setelah sebelumnya ramai dengan gaya blush yang mencolok seperti boyfriend blush, strawberry girl makeup, atau blush on blindness, kini muncul tren yang justru menempuh arah berlawanan, yaitu anti-blush. Alih-alih mengandalkan warna pink, merah, atau oranye yang membuat pipi tampak merona, anti-blush justru mengandalkan warna-warna netral dan lembut yang menyatu dengan kulit.
Konsep anti-blush sebenarnya sederhana: warna blush dipilih senetral mungkin, mendekati bayangan alami wajah, sehingga hasilnya tidak terlihat seperti sedang memakai rona pipi tambahan. Anti-blush menolak warna blush yang cerah dan sangat pigmented, dan memilih warna netral serta lembut demi tampilan yang lebih natural dan halus. Teknik ini bahkan mengaburkan batas antara kontur dan blush, memberi dimensi pada wajah namun tetap menjaga kesan minimalis pada rona pipi.
Kunci keberhasilan tren ini terletak pada seberapa dekat warna blush dengan undertone dan skin tone masing-masing orang. Jika shade yang dipilih terlalu jauh dari warna kulit, hasilnya justru akan terlihat seperti tambahan warna yang mencolok, bukan rona alami. Sebaliknya, saat warnanya selaras dengan undertone, pipi akan tampak seolah memiliki warna sendiri meski sebenarnya sedang memakai makeup. Karena prinsip inilah, pemilihan shade blush pada tren anti-blush jauh lebih personal dibanding tren blush sebelumnya yang cenderung menyeragamkan warna pink atau coral untuk semua orang.
Secara umum, panduan warna anti-blush dibedakan berdasarkan skin tone. Untuk kulit terang, disarankan memilih warna nude pink lembut dan beige terang. Kulit medium lebih cocok dengan warna hazelnut hangat dan mauve yang muted, sementara kulit gelap disarankan memakai warna plum tua dan cokelat seperti chocolate brown. Warna-warna beige, nude, dan muted peach juga menjadi favorit karena mudah menyatu dengan berbagai undertone, baik warm, cool, maupun netral.
Dari segi aplikasi, anti-blush biasanya digunakan dengan teknik tipis dan dibaurkan hingga batasnya benar-benar hilang, mirip cara mengaplikasikan kontur. Karena itu, produk dengan pigmentasi yang buildable jauh lebih cocok untuk teknik ini, karena penggunanya bisa memulai dari layer paling ringan lalu menambah intensitas warna secara bertahap sesuai kebutuhan. Salah satu teknik populer yang beredar di media sosial bahkan menyarankan mencampur foundation, liquid contour, dan liquid blush dalam jumlah kecil untuk menciptakan shade personal yang benar-benar sesuai dengan warna kulit masing-masing.
Popularitas anti-blush pada dasarnya mencerminkan pergeseran selera dari pipi yang sangat merona menuju tampilan wajah yang lebih soft dan refined. Tren ini tidak menghilangkan warna pada wajah, melainkan mengubah fokus penilaian dari "seberapa merah pipinya" menjadi "seberapa menyatu rona itu dengan kulit". Anti-blush juga fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya makeup lain, mulai dari base wajah yang natural, lip tint nude, hingga riasan mata yang lebih berani sebagai statement look.
Semakin halus transisi warna blush ke kulit dan semakin dekat pemilihan shade dengan undertone asli, semakin berhasil pula efek anti-blush yang diinginkan, yaitu pipi yang tampak bernapas, hangat, dan effortless tanpa kesan berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....