Memahami Larangan Ihram

  • 07 Sep 2026 12:47 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak: Ihram bukan hanya pakaian, melainkan keadaan suci yang menuntut jemaah menaati ketentuan selama menjalankan umrah. Karena itu, memahami larangan ihram menjadi bekal penting agar ibadah berlangsung tertib dan sesuai tuntunan.

Larangan bagi Laki-Laki, Laki-laki yang sedang ihram dilarang mengenakan pakaian yang membentuk tubuh seperti baju, celana, dan pakaian berjahit sesuai ketentuan fikih, serta tidak boleh menutup kepala dengan sesuatu yang melekat. Ia juga dilarang menggunakan wewangian setelah ihram, memotong rambut atau kuku, dan melakukan hubungan suami istri.

Larangan bagi Wanita, Perempuan yang berihram tidak memakai cadar yang menempel pada wajah dan sarung tangan, sementara pakaian ihramnya tetap berupa pakaian biasa yang menutup aurat dan sesuai syariat. Larangan lain seperti memakai wewangian, memotong rambut atau kuku, berburu, serta melakukan hubungan suami istri juga berlaku sesuai ketentuan ihram.

Mengapa edukasi ini sangat vital, sebagai pengingat tentang larangan ihram karena banyak jemaah melakukan perjalanan dalam kondisi lelah, terburu-buru, atau belum memahami detail manasik. Pengetahuan sebelum berangkat membantu kita membedakan mana kebiasaan sehari-hari yang harus ditinggalkan selama berada dalam keadaan ihram.

Menghindari Dam atau Fidyah, Sebagian pelanggaran larangan ihram dapat memiliki konsekuensi berupa dam, fidyah, atau kewajiban tertentu, tergantung jenis pelanggaran dan rincian hukum yang berlaku. Karena itu, jangan mengambil keputusan sendiri ketika terjadi pelanggaran, tanyakan kepada pembimbing ibadah atau ustaz yang memahami fikih manasik.

Hikmah di Balik Larangan, Larangan ihram mendidik manusia untuk mengendalikan keinginan, menjaga ucapan dan perbuatan, serta belajar disiplin dalam menaati aturan Allah. Dalam kesederhanaan ihram, manusia diingatkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada pakaian atau penampilan, tetapi pada ketakwaan.

Jangan memandang larangan ihram sebagai sekadar aturan yang membatasi, melainkan sebagai latihan agar hati lebih tunduk kepada Allah. Umrah yang baik bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi tentang pulang dengan ketaatan, kesabaran, dan akhlak yang semakin baik.

Baca juga: Makna Masjid Bir Ali

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....