Respon Cepat PT SUM Tekan Karhutla di Batu Mak Jage, Api Tak Meluas ke Perkebunan

  • 31 Agt 2026 10:23 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Respons cepat PT Sumatera Unggul Makmur (PT SUM) bersama aparat kewilayahan berhasil mengendalikan kebakaran lahan sawit milik masyarakat di Desa Batu Mak Jage, Jum'at malam, 28 Agustus 2026.

Titik api pertama kali terdeteksi pada pukul 19.22 WIB oleh Tim Patroli PT SUM yang tengah melakukan patroli dan pemantauan rutin di sekitar wilayah operasional perusahaan. Lokasi kebakaran berada di lahan sawit masyarakat yang berada di luar area izin IUP dan HGU PT SUM, dengan jarak sekitar 5 meter dari areal perkebunan Perusahaan dengan perkiraan luas lahan terbakar seluas 1 hektare.

Begitu informasi diterima, PT SUM segera mengerahkan tim pemadam ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi intensif dengan aparat setempat serta personel Koramil (Komando Rayon Militer) Kecamatan Tebas guna mempercepat proses penanganan di lapangan. Berkat kerja sama dan sinergi yang baik, proses pemadaman dapat langsung dimulai pada pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga situasi benar-benar terkendali pada pukul 02.00 WIB, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sebanyak 19 personel terlibat dalam operasi tersebut dengan dukungan satu unit mesin pompa bertekanan tinggi dan satu unit pompa jinjing. Tim gabungan melakukan pemadaman secara intensif sekaligus mengantisipasi potensi penjalaran api ke area lain.

Setelah penanganan selama kurang lebih enam jam, api berhasil dikendalikan dan intensitas kebakaran dapat ditekan. Untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi kembali memicu penyebaran api, tim melanjutkan kegiatan pemadaman lanjutan dan pendinginan pada Sabtu pagi.

Pengendalian kebakaran ini menjadi bagian dari upaya PT SUM dalam memperkuat deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi lintas pihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

PT SUM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan patroli rutin, pemantauan wilayah, serta merespons setiap kejadian kebakaran secara cepat guna meminimalkan risiko penyebaran api dan dampak terhadap lingkungan maupun wilayah sekitar operasional perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....