Pembangunan SPALD-T Pontianak Menghabiskan Rp1,7 Triliun
- 20 Agt 2026 07:59 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Pemerintah Kota Pontianak melaksanakan kick-off Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) pada 19 Agustus 2026 di Hotel Ibis dengan memasuki tahap pekerjaan konstruksi.
- Proyek SPALD-T adalah bagian dari inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan permukiman di Kota Pontianak.
- Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan bahwa proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Pontianak secara keseluruhan.
RRI.CO.ID, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak melaksanakan kick-off Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Hotel Ibis, Rabu, 19 Agustus 2026. Kick-off ini menandai telah dimulainya proyek nasional di Kota Pontianak yang saat ini telah memasuki tahap pekerjaan konstruksi.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, proyek ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sanitasi, kesehatan lingkungan permukiman, dan kualitas hidup masyarakat Kota Pontianak.
"Pembangunan jaringan utama SPALD-T Kota Pontianak akan membentang dari kawasan Nipah Kuning Dalam hingga ke Martapura," ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, pengerjaan konstruksi dilakukan dengan metode galian terbuka maupun jacking. Sistem ini diperlukan karena jaringan pipa yang ditanam memiliki kedalaman cukup besar, terutama pada pipa primer dengan kedalaman 6-12 meter.
Dengan menelan anggaran sekitar Rp1,7 Triliun yang didukung Asian Development Bank (ADB) pengelolaan air limbah domestik ditargetkan mencapai 24 ribu meter kubik per hari dan dapat menjangkau lebih dari 15 ribu sambungan, mulai dari tempat usaha, Kantor hingga rumah tangga.
"Kami akan menanam pipa primer dengan kedalaman antara 6 sampai 12 meter. Kemudian disambungkan dengan pipa sekunder dan tersier yang langsung terhubung ke rumah maupun bangunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum Sandhi Eko Bramono menjelaskan sanitasi dan air bersih PDAM memiliki hubungan yang sangat erat. Jika air limbah domestik dikelola dengan baik, maka kualitas air baku dapat lebih terlindungi dan sistem penyediaan air minum menjadi lebih aman.
"Sistem serupa sebenarnya sudah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Banda Aceh, Jambi, Pekanbaru, Balikpapan, Denpasar, hingga Yogyakarta yang memiliki sistem penyaluran air limbah sejak lama," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan proyek pembangunan ini, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin akan melakukan pengawasan agar pembangunan bisa selesai tepat waktu dan tepat sasaran.
"Tentunya kami akan terus mengawasi secara ketat agar pembangunan SPALD-T ini berjalan lancar, tepat waktu dan tepat sasaran," ujarnya.
Dalam mengerjaan pembangunan SPALD-T dilakukan secara bertahap ditargetkan rampung 2030. Selama pengerjaan proyek ini, akan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari arus lalu lintas di pusat kota karena melintasi jalan raya, hingga ke pipa PDAM dan jaringan internet
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....