Peringati Hari kemerdekaan, Sinergi Penguatan Perempuan dan Entaskan Kemiskinan

  • 18 Agt 2026 20:02 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Landak - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat gotong royong dan pembangunan manusia terus diwujudkan di Kabupaten Landak. Yayasan Karya Dua Anyam bersama Pemerintah Kabupaten Landak, KKM Kelompok 22 Untan, dan Pemuda Katolik Kabupaten Landak menggelar pelatihan literasi keuangan bagi 300 perempuan di Desa Paloan. Pelatihan telah dilangsungkan sejak 10 Agustus hingga 18 Agustus 2026.

Pelatihan dihadiri oleh 100 peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SHE CAN yang bertujuan memperkuat ekonomi keluarga dan meningkatkan inklusi keuangan, sejalan dengan cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat.

Mengutip dari berbagai sumber, Kondisi perempuan di Kabupaten Landak menunjukkan adanya kerentanan sosial yang masih cukup signifikan, terutama pada aspek kekerasan berbasis gender dan keterbatasan akses perlindungan.

Berdasarkan data Satu Data Kabupaten Landak, terdapat indikator “jumlah perempuan korban kekerasan” yang mencakup kasus kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi, dan KDRT yang setiap tahunnya masih tercatat dan ditangani oleh Dinas Sosial P3A serta Unit PPA Polres Landak, yang menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan masih terjadi secara berulang dalam sistem pelaporan resmi daerah.

Selain itu, data kompilasi Dinas Sosial P3A Kabupaten Landak juga menunjukkan bahwa perempuan termasuk kelompok rentan yang terdampak berbagai bentuk kekerasan dan memerlukan layanan perlindungan serta pendampingan hukum yang berkelanjutan. Kondisi ini diperkuat oleh tersedianya berbagai dataset daerah mengenai cakupan layanan korban kekerasan perempuan dan anak, yang mengindikasikan bahwa pemerintah daerah masih terus berupaya meningkatkan penanganan kasus dan akses layanan.

Di sisi lain, Kabupaten Landak masih menghadapi permasalahan ekonomi berupa tingkat kemiskinan yang relatif tinggi, yaitu sekitar 8,98% atau ±35,38 ribu penduduk pada tahun 2024 menurut BPS. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih belum mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak.

Merespon situasi di atas, Pemerintah Kabupaten Landak bersama Yayasan Karya Dua Anyam dan KKM Kelompok 22 UNTAN, berupaya memberikan penguatan terhadap perempuan dan ekonomi keluarga di Kabupaten Landak melalui program SHE CAN, salah satunya di Desa Paloan. Program SHE CAN sendiri diluncurkan pada Januari 2025, yang merupakan kemitraan strategis antara DBS Foundation dan The Asia Foundation, bermitra dengan Yayasan Karya Dua Anyam, dengan tujuan mempercepat inklusi keuangan bagi 80.000 perempuan yang rentan secara finansial di Kalimantan Barat.

DBS Foundation sendiri telah berdiri sejak tahun 2014 sebagai wujud komitmen Bank DBS untuk menciptakan dampak dengan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan melalui penyediaan kebutuhan dasar serta mendorong inklusi.

Iqbal Alma selaku perwakilan Yayasan Karya Dua Anyam menyampaikan, program ini dirancang untuk mendorong penguatan kepada para perempuan rentan. Program ini dapat berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga dan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Landak. Pada tahun 2026, program ini menargetkan 3000 perempuan rentan dari berbagai wilayah di Kabupaten Landak sebagai penerima manfaat.

Sebelumnya di Kabupaten Landak, telah terlaksana pelatihan kepada 1500-an perempuan dan kali ini di desa Paloan, bersama KKM Kelompok 22 Untan dan Pemuda Katolik Kab Landak, kami telah melatih 300-an Perempuan rentan.

"Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum untuk mulai membiasakan diri mengelola keuangan keluarga, agar setiap keluarga memiliki tabungan untuk masa depan yang lebih cerah,” pesannya.

Acara yang sarat makna kemerdekaan ini juga dihadiri oleh Asisten Pembangunan dan perekonomian, Sekertariat Daerah Kabupaten Landak, John Hetli yang menyampaikan bahwa program SHE CAN merupakan program kolaborasi antara Pemerintah daerah Kab Landak, Yayasan Karya Dua Anyam dan pemuda katolik Landak dalam pembangunan manusia di Kabupaten Landak.

Selain pembangunan infrastruktur, pembangunan manusia menjadi prioritas utama Pemerintah daerah Kab Landak. Melalui pelatihan literasi keuangan berupa manajemen dan perencanaan keuangan keluarga. Ia berhadap, para perempuan dapat memanajemen ulang keuagan dan membuat perencanaan keuangan keluarga mereka masing-masing.

Selian itu, ia mengingatkan agar masyarakat Landak tidak mudah tertipu investasi bodong, seperti Wpone. Di akhir, ia memberikan motivasi kepada para peserta agar mulai membiasakan dalam memanajemen dan merencanaan keuangan keluarga, agar setiap keluarga memiliki tabungan untuk kebutuhan masa depan.

Selain Sekretariat Daerah Kabupaten Landak, turut hadir Margareta selaku Ketua Komisi C Dewan DPRD Kabupaten Landak, berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Landak 2. Ia turut mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini dan berterima kasih kepada para penyelenggara atas oleh-oleh yang diberikan kepada Masyarakat Desa Paloan, berupa peningkatan kemampuan 300 Perempuan dalam mengelola keuangan dan perencanaan keuangan keluarga.

Sementara itu, Arzetika Amanda Putri selaku ketua Kelompok KKM 22 Untan menyampaikan, selama menjalankan KKM dan berinteraksi dengan masyarakat di desa Paloan, ia menemukan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perempuan, seperti perjudian, harga bahan pokok yang mahal, ekonomi hingga belum taunya mereka mengolah keuangan. Melalui pelatihan dan pendampingan Literasi Keuangan yang telah kami lakukan, yaitu sebanyak 300-an peserta, diharapkan dapat memerdekakan para perempuan di Desa Paloan dari berbagai permasalah tersebut.

Secara garis besar, program SHE CAN di Kabupaten Landak, per Juli 2026, telah mencapai target 1600-an Perempuan dari target 3000 perempuan sepanjang tahun 2026. Pelatihan ini dimulai dengan merefleksikan kondisi keuangan keluarga, memanajemen ulang hingga menyusun perencanaan keuangan keluarga. Tahap selanjutkan, peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan tambahan mengenai penguatan kapasitas kewirausahaan. Terakhir, akan dilakukan pendampingan berkelanjutan kepada peserta terbaik.

Tentang Yayasan Karya Dua Anyam

Yayasan Karya Dua Anyam adalah organisasi nirlaba Indonesia yang berfokus pada penguatan ekonomi inklusif, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan ketahanan masyarakat melalui pengembangan kapasitas, penelitian, dan kolaborasi lintas pihak. Sejak berdiri, YKDA telah bekerja bersama perempuan pelaku usaha, UMKM, kelompok tani, komunitas pesisir, serta kelompok rentan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Tentang Program SHE CAN

Program SHE CAN merupakan inisiatif kolaboratif antara The Asia Foundation dan DBS Foundation yang bertujuan mempercepat inklusi keuangan melalui pelatihan dan pendampingan literasi keuangan bagi perempuan rentan di Kalimantan Barat. Program ini ditargetkan untuk menjangkau 80.000 perempuan dalam tiga tahun, dengan pendekatan berbasis komunitas, inklusif, dan transformatif gender.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....