Raih Emas Terbanyak di MTQ, Pontianak Lakukan Evaluasi dan Siap Jadi Tuan Rumah

  • 11 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Kota Pontianak menunjukkan peningkatan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun ini, meskipun belum juara umum. Namun dari segi perolehan medali emas, kontingen Kota Pontianak sukses keluar sebagai yang terbanyak dibandingkan daerah lainnya dengan jumlah 12 medali emas.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bersyukur, meskipun secara total medali emas mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dengan meraih 178 poin di bawah Kabupaten Mempawah yang memperoleh 202 poin dan Kubu Raya meraih 213 poin. Sehingga Pontianak menempati posisi ketiga, Mempawah juara dua dan Kubu Raya keluar sebagai juara umum.

"Tahun kemarin kami dapat 11 emas, sekarang dapat 12 emas, tiga perak, empat perunggu dan harapan 1, 2 dan tiga. Jadi secara kualitas ada peningkatan dari sisi jumlah. Tapi dari poin memang kami masih di bawah Mempawah dan Kubu Raya. Perolehan kami ada 3 perak, 4 perunggu, serta disusul juara harapan 1, 2, dan 3," ujar Edi Rusdi Kamtono usai menyambut para kafilah MTQ Pontianak di aula SSA Pontianak, Selasa, 11 Agustus 2026.

Mengenai dominasi medali emas Pontianak yang belum menjadi juara umum secara poin, Edi Kamtono menjelaskan bahwa sistem penilaian ajang MTQ tidak dihitung murni berdasarkan jumlah medali emas seperti ajang olahraga Olimpiade. Penilaian ini didasarkan pada akumulasi skor dari setiap kategori yang dilombakan.

"Ini kan ngitungnya per skor, bukan medali. Kalau olimpiade kan jumlah medali emas yang tertinggi, tapi kalau ini skor. Emas poinnya 9, perak 7, perunggu 5, disusul poin untuk juara harapan. Jadi yang paling banyak, biarpun emasnya sedikit, kalau peraknya banyak, ya bisa jadi poinnya tinggi," kata Edi Kamtono.

Saat disinggung apakah sistem penilaian tersebut perlu dievaluasi, ia menegaskan bahwa aturan itu merupakan kebijakan resmi dari LPTQ tingkat nasional dan provinsi yang harus dipatuhi. "Itu kebijakan dari MTQ nasional dan provinsi, kami kan ikut saja," imbuhnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para kafilah, Pemerintah Kota Pontianak telah menyiapkan tali asih atau bonus sebagai tambahan motivasi bagi para peserta yang berhasil meraih juara.

Memasuki agenda tahun depan, Kota Pontianak telah bersiap untuk mengambil peran sebagai tuan rumah. Edi Kamtono memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para peserta asal Pontianak untuk dijadikan bekal persiapan yang lebih matang.

"Pertama, kami akan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah lebih matang dan bisa lebih baik. Kedua, evaluasi peserta di Kota Pontianak ini akan kami jadikan dasar untuk persiapan tuan rumah. Target kami tetap yang terbaik, semakin nilainya berkualitas, dan semoga bisa meraih juara umum," tegasnya.

Terkait tantangan efisiensi anggaran dalam penyelenggaraan tahun depan, Pemkot Pontianak akan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan melalui kolaborasi yang erat. "Kami ada bantuan dari provinsi juga, terus kami akan kolaborasikan dengan segala kemampuan kita," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....