Pengenalan Teknologi Smart Farming untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan
- 11 Agt 2026 12:24 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti Pontianak mengenalkan teknologi Smart Farming untuk meningkatkan kemandirian pangan kepada Kelompok Tani Mekar Sari 2 Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya.
Pengenalan smart farming ini merespon di tengah dinamika yang terus berkembang, keberhasilan pembangunan sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usahatani dalam menyikapi dan menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan. Sektor pertanian tidak hanya menghadapi persoalan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah.
Keterbatasan lahan, perubahan iklim yang sulit diprediksi, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman, serta kenaikan harga sarana produksi menjadi tantangan yang harus dihadapi petani dalam setiap musim tanam. Situasi tersebut membuat pengelolaan usaha tani menjadi semakin kompleks sehingga keputusan budidaya perlu didasarkan pada informasi yang akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Oleh karena itu, penerapan teknologi dalam sektor pertanian menjadi semakin penting sebagai sarana pendukung pengambilan keputusan. Melalui pemanfaatan teknologi, petani dapat menentukan waktu tanam, kebutuhan air, pemupukan, maupun pengendalian hama secara lebih tepat sehingga penggunaan input menjadi lebih efisien, biaya produksi dapat ditekan, dan produktivitas usaha tani dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Kelompok Tani Mekar Sari 2 Desa Sungai Rengas memiliki potensi yang besar dalam mendukung produksi padi, didukung oleh luas lahan garapan sekitar 27 hektare dengan rata-rata kepemilikan lahan ±1 hektare per petani. Namun, pengelolaan usaha tani yang dilakukan masih didominasi oleh sistem budidaya konvensional, di mana berbagai keputusan budidaya masih mengandalkan pengalaman dan kebiasaan turun-temurun, sementara pemanfaatan teknologi masih terbatas pada penggunaan alsintan dasar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital dalam kegiatan budidaya belum berkembang. Oleh karena itu, Kelompok Tani Mekar Sari 2 menjadi sasaran yang tepat untuk kegiatan transfer pengetahuan Smart Farming guna meningkatkan pemahaman petani dalam memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengambilan keputusan budidaya yang lebih tepat, akurat, dan efisien.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Panca Bhakti Pontianak, Asti menyampaikan kegiatan yang dimulai pada Rabu, 1 Juli 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pada petani mengenai Teknologi Smart Farming sebagai solusi yang relevan dan aplikatif dalam mendukung kemandirian pangan desa secara berkelanjutan serta memberikan mengalaman dan meningkatkan ketrampilan petani dalam memanfaatkan teknologi smart farming.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dimulai dengan kegiatan pengenalan dilakukan dalam bentuk mini class smart farming yaitu pemaparan materi tentang konsep smart farming menggunakan media presentasi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra mengenai konsep dan manfaat penerapan teknologi smart farming.
Proses pembelajaran juga menggunakan perangkat pembelajaran seperti modul smart farming terapan dan poster infografis. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab yang mengacu pada isi modul sebagai kerangka pembelajaran.
Penerapan teknologi dalam bentuk demo teknologi smart farming yaitu memperkenalkan contoh-contoh teknologi smart farming sederhana secara langsung dan mempraktekkan cara penggunaannya yang didampingi langsung oleh narasumber l Rudinto selaku Petugas Penyuluh Pertanian Kabupaten Mempawah dan tim pengabdian.
Menurut Anggota Tim PKM, Rosalina Yuliana Ayen kegiatan ini bertujuan memberikan ketrampilan dan pengalaman kepada mitra tentang penerapan teknologi Smart Farming sederhana. Teknologi yang diterapkan berupa pencatatan keuangan Digital, Alat ukur tanah dan Irigasi Sederhana Berbasis Timer (Semi-Automatis).
Anggota Tim PKM, Ida Ayu Suci menambahkan, bahwa partisipasi mitra pada pelaksanaan program terlibat langsung sebagai peserta sosialisasi dan pelatihan, kemudian mitra akan mengimplementasikan pengetahuan dan teknologi baru yang diberikan. Disisi lain mitra juga bertindak sebagai pihak yang menyediakan lokasi kegiatan serta menyampaikan informasi kepada seluruh peserta untuk menghadiri kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini.
Hasil akhir dari kegiatan berupa produk cuka makan dengan kemasan botol 150 ml yang siap digunakan (dijual). Dampak kegiatan berupa peningkatan pengetahuan/pemahaman Mitra (peserta) mengenai dampak negatif dari pembuangan limbah air kelapa terhadap lingkungan, mitra memahami tahapan pengolahan air kelapa menjadi cuka makan dengan benar serta Mitra mampu mempraktikkan proses pengolahan air kelapa menjadi cuka makan.
Petugas Penyuluh Pertanian Desa Sungai Rengas Indrawati menilai, bahwa kegiatan ini membantu para petani lebih produktif.
”Kami mengucapkan terimakasih atas ilmu dan pengetahuan tentang smart farming ini yang merupakan pengetahuan baru bagi petani kami. Dengan kegiatan ini membantu petani mengakses teknologi pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan produksi, juga membantu memperkenalkan pencatatan keuangan digital yang selama ini menjadi masalah bagi petani dalam melalakukan analisa usahatani karena tidak pernah melakukan pencatatan keuangan usaha tani," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua kelompok Tani Mekar Sari 2. ”Kami sangat berterima kasih, kami baru tau istilah smart farming dan teknologinya sangat menarik. Dan kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, menambah pengetahuan baru dan menjadi inovasi baru pada usahatani kami," ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi teknologi dan kapasitas petani terhadap pemanfaatan smart farming dalam pengelolaan usaha tani. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun kepercayaan diri serta menumbuhkan minat petani untuk mulai memanfaatkan teknologi smart Farming dalam kegiatan usahatani sehari-hari.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh perangkat teknologi yang digunakan dalam demonstrasi, yaitu Alat ukur tanah digital, Irigasi Timer, serta modul Smart Farming Terapan, diserahkan kepada Kelompok Tani Mekar Sari 2 agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media belajar dan sarana praktik di tingkat kelompok tani.
Asti menyampaikan, kegiatan ini dibiayai sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Panca Bhakti melalui Hibah DIPA UPB Pontianak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....