HWCI Kubu Raya Dorong Penguatan Perlindungan Anak
- 28 Jul 2026 11:20 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Humanity Woman Children Indonesia (HWCI) Kabupaten Kubu Raya mendorong penguatan perlindungan anak melalui peran aktif keluarga, lingkungan, pemerintah, dan organisasi sosial. Upaya tersebut dinilai penting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Ketua HWCI Kabupaten Kubu Raya, Billy Ananda, saat berbincang dalam program Pengarusutamaan Gender dan Inklusi yang disiarkan melalui YouTube Pro 1 Pontianak, Senin, 13 Juli 2026. Mengangkat tema "Mewujudkan Generasi Hebat Melalui Perlindungan Anak",
Billy mengatakan, perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan upaya menjauhkan anak dari kekerasan dan ancaman fisik. Anak juga harus mendapatkan rasa aman, kasih sayang, pendidikan yang layak, serta kesempatan untuk berkembang dan meraih cita-cita.
"Generasi hebat itu bukan berasal dari siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang tumbuh dengan rasa aman, disayangi, didengar, dan diberi kesempatan untuk berkembang," ujar Billy. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah berbagai persoalan yang dihadapi anak dan remaja. Komunikasi yang terbuka serta pengawasan orang tua diperlukan agar anak tidak merasa diabaikan dan dapat terhindar dari berbagai perilaku berisiko.
Selain itu, Billy menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang dapat terjadi secara verbal maupun nonverbal. Menurutnya, tindakan yang kerap dianggap sebagai candaan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis anak.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga tutur kata dan perilaku, sekaligus mendorong anak yang mengalami perundungan untuk berani berbicara dan melaporkan kejadian yang dialaminya. "Kita harus berani bersuara atau speak up. Jangan diam ketika melihat atau mengalami tindakan yang merugikan anak, karena perlindungan anak merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.
HWCI Kubu Raya juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, aparat penegak hukum, keluarga, dan organisasi sosial dalam memberikan perlindungan kepada anak. Kolaborasi tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan, rasa aman, dan perlindungan yang setara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....