Bulog Optimalkan Aset Melalui Kawasan Bisnis Perdana Avenue di Pontianak

  • 23 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Perum Bulog mengembangkan kawasan bisnis Perdana Avenue di Pontianak sebagai bagian dari transformasi pemanfaatan aset perusahaan untuk menciptakan sumber pendapatan baru di luar bisnis pangan. Kawasan bisnis terpadu pertama Bulog di Kalimantan Barat ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan investor.

Perdana Avenue dibangun di atas lahan seluas 16.650 meter persegi di Jalan Perdana, Kota Pontianak. Hingga saat ini, sekitar 5.670 meter persegi lahan telah tersewa, menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap kawasan komersial yang dikembangkan Bulog.

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, mengatakan pengembangan kawasan bisnis tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset tetap agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Menurutnya, Bulog tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis pangan, tetapi juga terus mengembangkan aset potensial melalui kolaborasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

"Sebagai bagian dari transformasi bisnis dan peningkatan kinerja, Perum Bulog terus mendorong optimalisasi aset tetap melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan aset potensial. Optimalisasi aset akan menjadi salah satu fokus Bulog dalam memperkuat pendapatan perusahaan di luar core business pangan sehingga aset negara yang dikelola dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar," ujar Rahmanto usai peresmian Kawasan Bisnis Perdana Avenue di Pontianak, Rabu, 22 Juli 2026.

Mengusung konsep "Bulog Business District", Perdana Avenue dirancang sebagai kawasan komersial terpadu yang menampung berbagai aktivitas usaha, mulai dari perdagangan, jasa, kuliner, hingga ruang rekreasi. Kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi investor, pelaku usaha, serta UMKM untuk mengembangkan bisnis di lokasi yang strategis.

General Manager Unit Bisnis Optimalisasi Aset (UB Opaset) Perum Bulog, Fadillah Rachmawati, menilai pengembangan aset tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dirinya mengatakan setiap aset yang dikelola harus mampu menjadi ruang produktif yang mendukung pertumbuhan wilayah.

"Perdana Avenue tidak hanya menjadi kawasan bisnis, tetapi juga menjadi bukti bahwa aset perusahaan dapat ditransformasikan menjadi ruang produktif yang mampu menarik investasi, menciptakan peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Fadillah.

Perum Bulog menyebut pengembangan Perdana Avenue merupakan kelanjutan dari transformasi aset yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah, seperti D'Gat55 di Jakarta Selatan, Pineung Center di Banda Aceh, B'Walk di Kalimantan Selatan, dan Beloft di Jakarta Utara. Ke depan, perusahaan akan terus memperluas pengembangan kawasan bisnis sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset negara untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....