Orang Lain Bahagia, Kenapa Kita yang Panas?

  • 13 Jun 2026 08:01 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Muhammad Nur Maulana dalam tausiyahnya di media sosial mengingatkan bahwa dalam kehidupan, terkadang kita melihat orang lain mendapatkan rezeki, kesuksesan, atau kebahagiaan yang membuat hati merasa tidak nyaman. Padahal kebahagiaan mereka tidak mengurangi sedikit pun nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Perasaan panas hati biasanya muncul ketika kita terlalu sering membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Kita melihat hasil yang mereka raih, tetapi tidak melihat perjuangan, doa, dan pengorbanan yang mereka lakukan.

Islam mengajarkan agar seorang mukmin memiliki hati yang bersih dan senang melihat saudaranya memperoleh kebaikan. Rasulullah mengingatkan agar umatnya menjauhi sifat hasad karena dapat menghapus pahala sebagaimana api membakar kayu kering.

Cara menyikapinya adalah dengan memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang sudah ada di tangan kita. Ketika hati dipenuhi syukur, pandangan akan lebih fokus pada karunia Allah daripada keberuntungan orang lain.

Selain itu, jadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi, bukan sumber iri hati. Jika mereka bisa berbuat baik dan sukses, maka itu dapat menjadi inspirasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ikhtiar.

Perbanyak doa kebaikan untuk sesama, karena mendoakan saudara kita juga mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri. Hati yang gemar mendoakan akan lebih mudah merasakan ketenangan dan dijauhkan dari penyakit dengki.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki jalan hidup, ujian, dan waktu keberhasilan yang berbeda-beda. Allah Maha Adil dalam membagi rezeki, sehingga tidak ada alasan untuk merasa sempit melihat kebahagiaan orang lain.

Kebahagiaan orang lain bukanlah ancaman bagi kebahagiaan kita. Belajarlah bersyukur, berlapang dada, dan ikut bergembira atas nikmat yang Allah berikan kepada sesama, karena hati yang bersih akan lebih mudah merasakan kebahagiaan yang hakiki. Wallahu'alam Bishawab!


Baca juga: Membiasakan Kalender Hijriyah di Rumah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....