Dompet Ummat Sebar Manfaat Kurban hingga ke Pelosok

  • 23 Mei 2026 19:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Aroma Iduladha mulai terasa di halaman kantor Yayasan Dompet Ummat di Pontianak. Di sudut ruangan, sejumlah relawan sibuk mencatat distribusi hewan kurban, memeriksa data pekurban, hingga memastikan titik pemotongan berjalan sesuai rencana. Tidak ada suasana seremonial berlebihan yang terlihat justru ritme kerja yang tenang, tetapi padat.

Tahun ini, Yayasan Dompet Ummat kembali menjalankan program Tebar Faedah Kurban dengan tema: “Jangan Biarkan Kurbanmu Menumpuk di Kota.” Tema tersebut dipilih sebagai ajakan agar distribusi hewan kurban tidak terpusat di kawasan perkotaan semata, melainkan menjangkau masyarakat yang lebih membutuhkan di wilayah pinggiran dan pelosok.

Sebanyak 8 ekor sapi dan 33 ekor kambing dikelola dalam program kurban tahun ini. Hewan-hewan tersebut berasal dari para pekurban individu maupun dukungan sejumlah mitra, di antaranya Telkomsel, Bank Permata, RS ABK, Hotel Neo, PT Kabel Ventura, Saribento, dan Dapur Kita.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Dompet Ummat, Jumadi Asnawi, mengatakan distribusi kurban yang merata menjadi perhatian utama lembaganya setiap tahun. Menurut dia, masih banyak wilayah yang minim akses terhadap distribusi daging kurban, sementara di kota jumlah hewan kurban kerap berlebih.

“Karena itu kami mengangkat tema ‘Jangan Biarkan Kurbanmu Menumpuk di Kota’. Semangatnya adalah pemerataan manfaat. Kurban bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan dan keadilan sosial,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Pemotongan dan distribusi hewan kurban tahun ini akan dilaksanakan di beberapa wilayah, yakni Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, serta empat titik di Kota Pontianak. Empat titik tersebut tersebar di Pontianak Kota, dua lokasi di Pontianak Tenggara, dan satu titik di Pontianak Utara.

Direktur Eksekutif Dompet Ummat, Nurhayati, menjelaskan bahwa penentuan lokasi dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat dan keterjangkauan distribusi.

“Kami ingin memastikan daging kurban benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, tim melakukan survei dan koordinasi dengan relawan di lapangan agar distribusi lebih tepat sasaran,” katanya.

Di balik proses itu, ada kerja panjang yang jarang terlihat publik. Mulai dari pencarian hewan kurban yang memenuhi syariat dan standar kesehatan, koordinasi dengan mitra, pengaturan logistik, hingga pembagian tim penyembelihan dan distribusi.

Ketua Pelaksana Program Tebar Faedah Kurban, Hamdani, menyebut persiapan tahun ini melibatkan banyak unsur relawan dan komunitas. Menurut dia, tantangan terbesar bukan hanya teknis pemotongan, tetapi memastikan distribusi berjalan cepat dan merata.

“Distribusi harus tepat waktu karena sebagian lokasi cukup jauh. Kami berupaya menjaga kualitas daging sekaligus memastikan penerima manfaat mendapatkan haknya dengan baik,” ujarnya.

Bagi Dompet Ummat, program kurban bukan sekadar agenda tahunan. Di tengah meningkatnya kesenjangan sosial dan konsentrasi distribusi di perkotaan, kurban dipandang sebagai medium solidaritas.

Dari kandang-kandang sementara hingga titik distribusi di kampung-kampung, semangat yang dibawa tetap sama: memastikan ibadah kurban tidak berhenti di meja dokumentasi, tetapi benar-benar menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....