Dari Orderan Aneh sampai Endorse Kuliner, Ini Cerita Dede Suhendra
- 23 Mei 2026 08:45 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) edisi Selasa, 19 Mei 2026 menghadirkan kreator konten sekaligus driver ojek online, Dede Suhendra, sebagai narasumber dengan topik “Bukan Sekadar Driver: Cerita dari Aspal di Balik Konten yang Menghibur.” Dalam dialog santai di RRI Pro 2 Pontianak, Dede membagikan kisah perjalanannya membangun konten dari kehidupan sehari-hari sebagai pengemudi ojol hingga dikenal luas di media sosial.
Dede mengatakan, konten yang ia buat berawal dari aktivitas sederhana saat bekerja di jalan. Ia kemudian mengembangkan konsep storytelling dari pengalaman unik ketika menerima orderan pelanggan. Menurutnya, cerita-cerita yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat justru menjadi daya tarik tersendiri di media sosial.
“Orang banyak nonton tuh storytelling, Bang. Misal dapat orderan yang agak aneh-aneh sikit, masa saya cerita tuh tadi nih dapat orderan nih kayak gini, orang kayak gini nih minta cepat padahal baru masuk orderannya,” ujar Dede.
Dede juga mengungkapkan bahwa pemilihan talent perempuan dalam kontennya sering memberi pengaruh besar terhadap jumlah penonton. Ia menilai visual yang menarik membuat video lebih mudah menjangkau audiens luas dan berpeluang masuk FYP di media sosial.
Selain membahas proses kreatif, Dede turut menjelaskan bagaimana dirinya mulai mengenal dunia endorsement. Awalnya, ia menerima tawaran promosi dari sebuah toko buah melalui pesan langsung di Instagram ketika jumlah pengikutnya masih sekitar sembilan ribu akun. Dari pengalaman itu, ia mulai belajar menentukan harga jasa promosi secara bertahap sambil menyesuaikan kondisi pasar di Pontianak.
Dede mengaku konsistensi menjadi tantangan terbesar dalam dunia konten. Meski harus bekerja sebagai driver ojol setiap hari, ia tetap berusaha rutin mengunggah video agar akun media sosialnya tetap aktif dan menjangkau penonton. Saat ini, akun Instagram miliknya telah memiliki hampir 17 ribu pengikut.
Ia juga membagikan pandangannya mengenai perbedaan platform media sosial, terutama Instagram dan TikTok. Menurut Dede, Instagram terasa lebih nyaman digunakan karena memiliki aturan yang lebih fleksibel dibanding TikTok yang sering membatasi audio atau dianggap melanggar kebijakan tertentu.
Di balik konten yang terlihat ringan dan menghibur, Dede mengaku tetap menghadapi berbagai kesulitan sebagai driver ojol. Mulai dari orderan sepi, ban bocor di jalan, hingga pengalaman menerima pesanan fiktif pernah ia alami. Saat kondisi sedang buruk, ia memilih berhenti bekerja sementara untuk menenangkan pikiran agar tetap fokus dan aman di jalan.
“Lebih baik kita tuh capek kerja daripada kita tuh capek nyari kerja,” kata Dede
Melalui siaran tersebut, Dede Suhendra menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang kreativitas sekaligus peluang pengembangan diri. Berawal dari aktivitas sehari-hari di jalanan, ia membuktikan bahwa konsistensi, kreativitas, dan keberanian mencoba hal baru bisa membuka kesempatan yang lebih luas.
Baca juga: Melalui Program “Teras UMKM”, RRI Dukung Perkembangan Usaha Lokal
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....