Love Scam Awal Indah Berujung Luka

  • 21 Mei 2026 12:47 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di era digital saat ini, hubungan sosial semakin mudah terbentuk melalui media sosial dan aplikasi kencan. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman baru yang sering tidak disadari, yaitu love scam atau penipuan asmara. Modus ini memanfaatkan pendekatan emosional dan kepercayaan korban untuk tujuan penipuan, terutama secara finansial.

Biasanya pelaku membuat identitas palsu di media sosial, aplikasi kencan, atau pesan singkat. Mereka bisa berpura-pura menjadi orang yang menarik, perhatian, dan cepat membangun kedekatan emosional dengan korban. Setelah korban mulai percaya, pelaku akan mulai meminta sesuatu dan yang paling sering adalah uang.

Secara finansial, korban bisa kehilangan uang dalam jumlah kecil hingga besar karena pelaku biasanya meminta dana berkali-kali dengan alasan darurat. Banyak korban baru sadar setelah sudah mengirim uang berkali-kali.

Secara emosional, love scam bisa menyebabkan trauma, rasa malu, kecewa, dan kehilangan kepercayaan terhadap orang lain. Korban sering merasa dipermainkan karena hubungan yang mereka anggap nyata ternyata palsu.

Dampak psikologisnya juga bisa lebih berat, seperti stres berkepanjangan, cemas, depresi, bahkan isolasi sosial karena korban merasa takut atau tidak percaya lagi untuk menjalin hubungan.

Selain itu, ada bahaya kebocoran data pribadi. Pelaku bisa meminta foto, KTP, atau informasi sensitif yang kemudian dapat disalahgunakan untuk penipuan lain atau pemerasan. Intinya, love scam berbahaya karena memanfaatkan emosi dan kepercayaan, sehingga korban sering terlambat menyadari bahwa mereka sedang ditipu.

Baca juga: Tujuh Menu Sehat untuk Sarapan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....