Menunda Hari Ini, Menyesal Nanti
- 12 Mei 2026 20:08 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Anak muda dan kebiasaan menunda seolah jadi dua hal yang sulit dipisahkan. Mulai dari alasan mencari mood, terlalu nyaman di zona aman, sampai kebiasaan scrolling media sosial tanpa sadar berjam-jam. Fenomena itu menjadi pembahasan dalam Program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) yang disiarkan langsung dari Studio Pro 2 RRI Pontianak 101.8 FM dan kanal YouTube Pro 2 Pontianak pada Kamis, 7 Mei 2026, bersama narasumber Gustomi Arifin dan dipandu penyiar Erna.
Dalam obrolan tersebut, Gustomi menyoroti kebiasaan menunda yang kerap dialami banyak orang, terutama generasi muda. Menurutnya, rasa nyaman sering kali membuat seseorang enggan bergerak dan memilih menunda pekerjaan. Ia mencontohkan kebiasaan sederhana seperti scrolling media sosial yang awalnya sebentar, tetapi tanpa sadar justru menghabiskan banyak waktu.
“Kalau kita enggak mulai hari ini, kita bakal jadi orang paling belakang untuk memulainya,” ujar Gustomi.
Ia juga mengakui pernah mengalami fase penyesalan karena terlambat memulai kuliah selama tiga tahun akibat memilih bekerja lebih dahulu. Pengalaman itu kemudian menjadi alasan dirinya ingin berbagi semangat kepada anak muda lain agar tidak terus menunda langkah yang sebenarnya bisa dimulai sejak sekarang.
Meski demikian, Gustomi menilai setiap orang memiliki jalan hidup dan kondisi yang berbeda. Ada yang memilih kuliah lebih dulu, ada pula yang bekerja terlebih dahulu demi kebutuhan ekonomi. Namun menurutnya, apa pun pilihannya, jangan sampai dijadikan alasan untuk berhenti berkembang atau menyerah di tengah jalan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada fenomena “mager” yang dianggap semakin sering terjadi di kalangan generasi muda. Gustomi menyebut rasa malas sebenarnya wajar dialami siapa saja, tetapi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menekankan pentingnya berada di lingkungan yang suportif agar seseorang tetap termotivasi untuk bergerak dan berkembang.
Dalam sesi berikutnya, Gustomi membagikan pandangannya soal rasa takut gagal saat memulai sesuatu. Ia mengaku memilih menghabiskan “jatah gagal” di usia muda agar dapat belajar lebih banyak dari pengalaman. Baginya, kegagalan merupakan proses yang lumrah dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba.
“Kesempatan itu enggak nunggu kita sempurna dulu,” katanya.
Selain aktif di lingkungan kampus, Gustomi juga bercerita tentang keberaniannya mengikuti berbagai event di Pontianak sebagai cara membangun rasa percaya diri. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil meraih posisi runner up dalam ajang Lancing Praben dari komunitas suku Madura. Ia ingin membuktikan bahwa anak desa juga mampu bersaing dan berkembang di tengah lingkungan perkotaan.
Di akhir siaran, Gustomi membagikan pesan sederhana namun kuat kepada pendengar. Ia mengajak anak muda untuk mulai menghargai waktu, mengurangi kebiasaan scrolling yang tidak perlu, dan berani mengambil langkah kecil menuju tujuan mereka. Menurutnya, kehidupan akan terus berjalan tanpa menunggu seseorang benar-benar siap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....