Berbagi tanpa Batas, Semangat Sosial Anak Muda Pontianak

  • 05 Mei 2026 23:51 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali digaungkan dalam program TOSERBA (Topik Serba Ada) yang disiarkan Pro 2 RRI Pontianak pada Senin, 4 Mei 2026). Mengangkat tema “Berjiwa Sosial & Empati terhadap Lingkungan Sekitar”, dialog ini menghadirkan Ade, anggota komunitas Family Research Center of West Borneo, melalui dialog zoom bersama penyiar Erna.

Dalam obrolan tersebut, Ade mengulas bagaimana derasnya arus informasi di media sosial justru dapat menjadi pemicu munculnya rasa peduli. Menurutnya, melihat berbagai aksi kebaikan yang tersebar di platform digital mampu menyentuh sisi emosional seseorang hingga akhirnya mendorong tindakan nyata.

Ia menjelaskan bahwa empati merupakan bentuk lanjutan dari simpati yang diwujudkan melalui aksi. “Simpati itu perasaan, tapi empati adalah tindakan. Ketika kita benar-benar merasakan posisi orang lain, di situlah kita terdorong untuk melakukan sesuatu,” ujarnya.

Salah satu aksi nyata yang rutin dilakukan Ade bersama komunitasnya adalah berbagi makanan di rumah sakit. Menariknya, sasaran utama bukan pasien, melainkan para penjaga pasien seperti keluarga maupun tenaga pendukung. Menurutnya, kelompok ini sering luput dari perhatian, padahal mereka memiliki keterbatasan waktu untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan.

Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam baginya. Ia mengaku pernah melihat langsung makanan yang dibagikan segera disantap oleh penerima, bukan karena tidak mampu membeli, melainkan karena tidak sempat meninggalkan anggota keluarga yang sedang dirawat. Momen itu menjadi refleksi penting tentang makna syukur dalam kehidupan.

Ade juga menilai bahwa tidak semua orang langsung tergerak untuk beraksi. Banyak yang berhenti di rasa simpati tanpa melangkah lebih jauh. Ia menyebut, empati sering kali tumbuh dari pengalaman pribadi, terutama ketika seseorang pernah berada di posisi yang sama dengan mereka yang dibantu.

Meski demikian, aksi sosial tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Ade mengungkapkan bahwa faktor seperti cuaca dan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kegiatan dilakukan di wilayah yang sulit dijangkau. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus berbagi.

Di sisi lain, ia juga melihat peran media sosial sangat besar dalam memperluas dampak gerakan sosial. Selain membantu penggalangan dana, platform digital juga mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk ikut terlibat dalam kegiatan serupa.

Menutup dialog, Ade mengingatkan bahwa empati tidak harus selalu diwujudkan dalam aksi besar. Hal sederhana seperti menjadi pendengar yang baik bagi orang lain juga merupakan bentuk kepedulian yang penting, terutama di tengah meningkatnya persoalan kesehatan mental di masyarakat.

“Empati bisa dimulai dari hal kecil, seperti mendengarkan. Kadang orang hanya butuh tempat untuk bercerita,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....