Kaya akan Protein, TP PKK Pontianak bersama Disbunnak Adakan Bazar Telur
- 30 Apr 2026 20:26 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menggelar bazar telur murah di dua wilayah strategis. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata membantu masyarakat mendapatkan sumber protein berkualitas di tengah melambungnya harga pangan.
Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti menyampaikan, bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar. Saat ini, harga telur di tingkat pengecer mulai merangkak naik, bahkan untuk ukuran kecil sudah mencapai kisaran Rp1.900 per butir.
"Kami berinisiasi mengadakan kegiatan ini agar masyarakat bisa mendapatkan telur, yang merupakan salah satu sumber protein penting, dengan harga seminimal mungkin," ujar Yanieta saat memantau pelaksanaan bazar telur di aula Kantor Camat Pontianak Utara, Kamis, 30 April 2026.
Melalui kerja sama dengan Disbunnak Kalbar, TP PKK berhasil memangkas rantai distribusi sehingga harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar. Selain harga yang lebih terjangkau, Yanieta menjamin kualitas telur yang disediakan lebih baik dan ukurannya lebih besar.
Penyaluran telur ini juga difokuskan untuk mendukung program kesehatan di tingkat akar rumput, termasuk menyasar Posyandu. Hal ini dilakukan guna menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesejahteraan dan gizi masyarakat Kota Pontianak.
"Kami ingin meminimalisir potensi kendala gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan protein yang cukup," tambahnya.
Sasar Dua Wilayah dengan Puluhan Ribu Butir Telur. Untuk tahap ini, bazar dilaksanakan di dua titik lokasi, yakni Pontianak Barat dan Pontianak Utara. Masing-masing wilayah mendapatkan alokasi sebanyak 15.000 butir telur.
Secara keseluruhan, tersedia ribuan paket telur yang dapat ditebus oleh warga. Masyarakat bisa mendapatkan satu rak telur (30 butir) dengan harga yang sangat kompetitif.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dengan harga Rp34.000 per kantong/pack, kami harap ini bisa meringankan beban belanja dapur sekaligus memastikan kebutuhan protein keluarga tetap terpenuhi," pungkas Yanieta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....