Disbunnak Kalbar Distribusikan 50 Ribu Butir Telur di 4 Lokasi

  • 30 Apr 2026 20:18 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak– Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat melakukan langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas pangan dengan mendistribusikan 50.000 butir telur ayam di empat lokasi strategis, Kamis, 30 April 2026.

Kepala Bidang Peternakan Disbunnak Kalbar, Novita Salim, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon pemerintah terhadap potensi penumpukan stok telur di tingkat peternak akibat kendala teknis pada unit Satuan Pelayanan Pemanfaatan Gizi (SPPG).

Menurut Novita, saat ini terdapat lebih dari 100 unit SPPG yang sedang ditangguhkan (suspend) operasinya karena proses perbaikan SOP Amdal. Kondisi ini menyebabkan serapan telur di pasar terganggu secara signifikan.

"Kami memperhitungkan jika 100 unit SPPG di-suspend, ada sekitar 1,2 hingga 1,5 juta butir telur yang tidak terserap. Jika dibiarkan menumpuk di kandang, kualitas telur akan rusak. Ini merugikan peternak karena harga sedang turun di bawah acuan pemerintah, dan merugikan masyarakat jika nantinya telur yang beredar tidak segar lagi," ujar Novita usai bazar telur bersama TP PKK Pontianak di aula Kantor Camat Pontianak Utara, Kamis, 30 April 2026.

Sebagai bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan usaha peternakan, pemerintah membeli telur dari peternak sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) dan langsung menyalurkannya kepada masyarakat.

Tingkatkan Konsumsi Protein Hewani di Kalbar

Selain menjaga rantai pasok, langkah ini bertujuan memicu peningkatan angka konsumsi telur di Kalimantan Barat yang masih tergolong rendah. Data menunjukkan konsumsi telur di Kalbar baru mencapai 10,1 kg per kapita per tahu jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 22,2 kg.

"Artinya, rata-rata warga kita baru mengonsumsi setengah butir telur per hari. Padahal idealnya minimal dua butir sehari untuk kesehatan dan kecerdasan," tambahnya.

Telur: Sumber Protein Paling Ekonomis

Dalam pendistribusian kali ini, masyarakat dapat membeli telur dengan harga acuan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram (isi 16-17 butir), atau sekitar Rp1.700 per butir

Novita menekankan bahwa telur adalah solusi pemenuhan gizi yang paling terjangkau dibanding sumber protein hewani lainnya.

"Dengan Rp3.400, seseorang sudah bisa makan dua butir telur sehari. Kita akan sulit mencari daging sapi, ayam, atau ikan dengan harga serendah itu untuk dua kali makan. Telur itu gizinya lengkap, murah, dan cepat diserap tubuh," tegasnya.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan pihak kecamatan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga. Disbunnak berharap melalui distribusi rutin ini, usaha peternakan lokal tetap tumbuh dan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Barat semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....