Mahasiswa Soroti Kebijakan Pendidikan dan Peran Nyata di Daerah

  • 13 Apr 2026 09:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Mahasiswa kembali menyoroti arah kebijakan pemerintah yang dinilai mulai bergeser dari prioritas utama sektor pendidikan dan kesehatan. Hal ini mengemuka dalam dialog bertajuk “NGOBRAS - Mahasiswa dan Peran Nyata dalam Dunia Pendidikan” yang disiarkan di RRI Pro 1 Pontianak, Jumat, 10 April 2026.

Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Pontianak, Agung Saktryo, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fokus anggaran pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan mendasar di bidang pendidikan. Ia menilai sejumlah program, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), masih memunculkan polemik di kalangan mahasiswa.

Menurutnya, besarnya alokasi anggaran untuk program tersebut belum seimbang dengan kondisi nyata di lapangan, seperti infrastruktur sekolah yang belum memadai serta kesejahteraan guru yang masih rendah.

“Pendidikan dan kesehatan seharusnya tetap menjadi prioritas utama, karena ini menyangkut kualitas sumber daya manusia ke depan,” ujar Agung.

Selain itu, isu kesejahteraan guru turut menjadi sorotan. Guru honorer dinilai masih menghadapi ketidakpastian status dan penghasilan yang belum layak, meskipun memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Di sisi lain, kondisi infrastruktur pendidikan di sejumlah daerah, seperti Sanggau dan Landak, juga masih memprihatinkan, mulai dari kekurangan ruang kelas hingga kerusakan rumah dinas guru.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menegaskan pentingnya peran mereka sebagai agen perubahan. Tidak hanya fokus pada akademik, mahasiswa diharapkan memiliki kepekaan sosial serta mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Agung menekankan bahwa gerakan mahasiswa tidak sebatas aksi demonstrasi, tetapi juga mencakup kontribusi pemikiran melalui diskusi kritis dan pemberian masukan terhadap kebijakan publik.

“Mahasiswa harus hadir sebagai pemberi solusi, bukan hanya pengkritik. Diskusi dan kajian harus terus dihidupkan untuk menjawab persoalan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 akan sulit terwujud tanpa fondasi pendidikan yang kuat serta penghargaan yang layak bagi tenaga pendidik. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dinilai penting untuk mengawal kebijakan pemerintah agar lebih transparan dan tepat sasaran. Melalui forum ini, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi dan berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan, demi menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....