Kondisi Memprihatinkan, SD Negeri 32 Pontianak Tenggara Terancam Ambruk
- 09 Apr 2026 10:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kondisi bangunan SD Negeri 32 Pontianak Tenggara di Jalan Parit Haji Husein II dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas bahkan dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru. Reporter RRI Pontianak turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sekolah yang sebenarnya pada Senin, 6 April 2026.
Kepala sekolah, Slamet Supriono, mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan bangunan telah mencapai lebih dari 60 persen. Beberapa ruang kelas di lantai bawah bahkan harus ditopang dengan tiang penyangga untuk mencegah ambruk.
“Kalau sekolah ini awalnya ini lebih dari 60 persen kerusakannya. Kelas-kelas di bawah itu sudah ada tiang penyangga, ada yang sampai sembilan. Di kantor guru paling sedikit dua tiang, dan di kelas 6C ada empat tiang,” kata Slamet saat ditemui langsung di SDN 32 Pontianak.
Ia menambahkan, kondisi bangunan di lantai atas juga sangat mengkhawatirkan karena posisi lantai yang sudah miring dan rapuh, sehingga berpotensi membahayakan siswa. “Lantai atas ini miring dan sangat mengkhawatirkan. Kalau sampai ambruk, otomatis anak-anak bisa menjadi korban,” ungkapnya.
Menurut Slamet, terdapat delapan ruang kelas yang sudah tidak bisa lagi direhabilitasi dan harus dibangun ulang dari awal, termasuk ruang guru yang kondisinya juga memprihatinkan.
“Ini ada delapan ruangan yang memang harus diganti. Kalau yang lain mungkin masih bisa direhab, tapi yang ini harus dibangun dari bawah. Lantainya sudah seperti kerupuk, diinjak saja bisa jeblos,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, kejadian lantai jebol pernah dialami siswa saat kegiatan belajar berlangsung. “Di kelas empat itu anak-anak pernah kejeblos lantainya. Itu sudah pernah terjadi,” ungkapnya.
Sejak Oktober 2025, seluruh aktivitas belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke SMP Negeri 8 Pontianak dengan sistem belajar siang hari demi alasan keselamatan. Sebanyak 420 siswa ditumpangkan, guru-guru SD Negri 32 Pontianak Tenggara dan beberapa perabotan kursi meja di angkut ke SMP Negeri 8 Pontianak.
“Mulai 1 Oktober kami pindah dan menumpang di SMP 8. Semua siswa dan guru kami pindahkan, belajar siang setelah siswa SMP selesai,” tuturnya.
Ia menyebut, keputusan relokasi tersebut mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa setelah pihak sekolah melakukan sosialisasi terkait kondisi bangunan. Orang tua juga mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mereka ketika belajar. Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan revitalisasi bangunan agar proses belajar mengajar dapat kembali normal dan lebih layak.
“Harapannya tahun ini bisa direvitalisasi, baik dari pusat maupun APBD. Kasihan anak-anak kalau terus belajar siang, karena banyak kegiatan mereka jadi terganggu,” pungkasnya.
Saat ini, usulan perbaikan telah diajukan melalui sistem Dapodik dan pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....