El Niño “Godzilla” Ancaman Iklim Ekstrem bagi Indonesia
- 04 Apr 2026 15:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Fenomena El Niño merupakan salah satu anomali iklim global yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Peristiwa ini memengaruhi pola angin dan curah hujan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dalam kondisi normal, wilayah Indonesia mendapatkan curah hujan cukup tinggi, tetapi saat El Niño terjadi, distribusi hujan dapat berubah drastis.
Istilah “El Niño Godzilla” digunakan untuk menggambarkan kejadian El Niño yang sangat kuat dan ekstrem. Julukan ini populer di media untuk menekankan besarnya dampak yang ditimbulkan, seperti pada peristiwa tahun 1997–1998 dan 2015–2016. Dalam kondisi ini, kenaikan suhu laut jauh di atas rata-rata, sehingga memicu gangguan besar pada sistem iklim global.
Di Indonesia, dampak utama El Niño “Godzilla” adalah penurunan curah hujan secara signifikan. Wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sering mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi kering dan sulit untuk mendukung aktivitas pertanian maupun kebutuhan air sehari-hari.
Selain itu, kekeringan yang berkepanjangan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Wilayah Sumatra dan Kalimantan menjadi daerah yang paling rentan terhadap kebakaran, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar saat kering. Kebakaran ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghasilkan kabut asap yang dapat menyebar hingga ke negara tetangga.
Dampak lainnya terlihat pada sektor pertanian yang mengalami penurunan produktivitas. Tanaman pangan seperti padi sangat bergantung pada ketersediaan air, sehingga kekurangan curah hujan dapat menyebabkan gagal panen. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan mengganggu ketahanan pangan nasional.
Kondisi lingkungan yang memburuk juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti ISPA. Selain itu, kekurangan air bersih juga meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi yang buruk.
Untuk mengurangi dampak El Niño, pemerintah melalui BMKG melakukan pemantauan dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Berbagai upaya mitigasi dilakukan, seperti pengelolaan sumber daya air, penyesuaian pola tanam, serta pencegahan kebakaran hutan. Dengan langkah yang tepat, dampak buruk El Niño “Godzilla” dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....