Harsiarnas Ke-93, Peri Widodo: Kolaborasi Penyiaran Wujudkan Ketahanan Nasional

  • 01 Apr 2026 15:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-93 Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dunia penyiaran sebagai pilar ketahanan nasional di tengah derasnya arus digitalisasi. Dengan mengusung semangat kolaborasi, insan penyiaran di seluruh Indonesia diharapkan mampu menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan mampu menjaga persatuan bangsa.

Peringatan yang jatuh pada 1 April ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang dunia penyiaran, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam membangun karakter masyarakat melalui siaran yang berkualitas. Di Kota Pontianak, peringatan Harsiarnas ke-93 turut digaungkan oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pontianak sebagai bagian dari komitmen menjaga eksistensi penyiaran publik. Kepala LPP RRI Pontianak, Peri Widodo, menegaskan bahwa dunia penyiaran telah memainkan peran strategis dalam perjalanan bangsa.

“Selama lebih dari 9 dekade Dunia penyiaran Indonesia telah menjadi denyut nadi informasi jembatan pemersatau bangsa serta ruang inspirasi yang mencerdakan kehidupan masyrakat ditengah arus digital yang kian deras, penyiaran tetap hadir sebagai suara yang jernih, terpercaya, menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan pada momentum Harsiarnas ini menjadi pengingat bahwa penyiaran bukan sekedar meyampaikan pesan tetapi juga merawat harapan membangun karakter dan meneguhkan identitas Indonesia di tengah dinamika zaman," ujarnya, Rabu, 1 April 2026.

Menurutnya, tantangan dunia penyiaran saat ini semakin kompleks dengan hadirnya berbagai platform digital yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan informasi. Oleh karena itu, kolaborasi antar lembaga penyiaran, baik publik maupun swasta, menjadi kunci dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. Lebih lanjut, Peri Widodo juga mengajak seluruh insan penyiaran untuk tetap menjaga nilai-nilai profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

”Mari kita jaga integritas profesionalisme dan sentuhan humanis dalam setiap siaran agar tetap relevan, adaptif dan bermakna bagi seluruh masyarakat, dan melalui semangat Harsiarnas ke-93, diharapkan dunia penyiaran Indonesia mampu terus bertransformasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai media yang mengedepankan kepentingan publik. Penyiaran tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, kontrol sosial, serta perekat kebangsaan," katanya.

Sebagai informasi, awal mula Harsiarnas merujuk pada berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945, tidak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan. RRI menjadi alat penting dalam menyebarluaskan informasi kemerdekaan ke seluruh penjuru nusantara, bahkan hingga ke dunia internasional. Namun, tanggal 1 April dipilih sebagai Hari Penyiaran Nasional karena berkaitan dengan momentum lahirnya organisasi penyiaran nasional.

Pada 1 April 1933, berdiri lembaga penyiaran radio pertama di Indonesia bernama Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Kota Solo. SRV menjadi tonggak awal perkembangan penyiaran di Indonesia, yang kemudian berkembang pesat hingga masa kemerdekaan dan setelahnya. Perjalanan penyiaran Indonesia terus berkembang, dari radio ke televisi dengan hadirnya Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tahun 1962, hingga kini memasuki era digital dengan berbagai platform media.

Baca juga: Peran Penyiaran dalam Ketahanan Nasional dalam Peringatan Harsiarnas Ke-93

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....