Kopi Liberika: Menembus Pasar Global dengan Rasa Unik dan Potensi Ekonomi
- 31 Mar 2026 17:24 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Sambas – Kopi Liberika semakin dikenal sebagai salah satu varietas kopi yang memiliki keunggulan tersendiri di tengah persaingan industri kopi global. Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, petani lokal mulai beralih menanam dan memproduksi kopi Liberika sebagai upaya meningkatkan pendapatan serta memperkenalkan kekayaan budaya pertanian daerah. Menurut Dedi A.Khansa, selaku Pendiri dan Pembina Poktan Batu Layar Sejahtera di Desa Sendoyan, Kabupaten Sambas, keunggulan utama dari kopi Liberika terletak pada rasa dan aroma khasnya yang berbeda dari jenis kopi lain.
"Kopi Liberika memiliki cita rasa yang unik, dengan aroma yang lebih kuat dan tekstur yang lebih tebal. Ini membuatnya diminati oleh pecinta kopi yang mencari sensasi berbeda," ujar Dedi saat ditemui di kediamannya baru-baru ini.
Selain keunikan rasa, kopinya juga dikenal memiliki daya tahan terhadap iklim tropis yang ekstrem serta penyakit tanaman. Hal ini menjadikan Liberika sebagai pilihan tepat bagi petani di daerah dataran rendah seperti Sambas.
"Kopi ini mampu tumbuh optimal di tanah gambut dan iklim panas lembap, sehingga sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah kami," tambahnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Dedi menambahkan bahwa potensi ekonomi dari pengembangan kopi Liberika cukup menjanjikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, ekspor kopi Indonesia meningkat sebesar 8% dibanding tahun sebelumnya, sebagian besar didukung oleh varietas specialty seperti Liberika. Ia berharap, dengan peningkatan kualitas dan pemasaran yang tepat, produk kopi dari Desa Sendoyan dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Lebih jauh lagi, Dedi mengungkapkan bahwa keberhasilan petani dalam mengembangkan kopi Liberika tidak lepas dari pelatihan dan pendampingan dari pemerintah daerah serta berbagai lembaga swadaya masyarakat. Melalui program-program tersebut, para petani diajarkan teknik budidaya yang ramah lingkungan serta proses pasca panen agar mutu kopinya tetap terjaga.
Seiring dengan tren konsumsi kopi global yang terus meningkat, inovasi dalam pengolahan serta branding menjadi kunci penting agar produk lokal bisa bersaing secara kompetitif. Dedi yakin bahwa potensi besar dari kopi Liberika akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat sekaligus melestarikan budaya pertanian tradisional.
Dengan segala keunggulan tersebut, tidak heran jika sejumlah pelaku industri kopi mulai melirik Kabupaten Sambas sebagai salah satu pusat pengembangan varietas Liberika berkualitas tinggi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kekayaan alam dan budaya lokal dapat menjadi modal utama dalam mengangkat perekonomian daerah melalui inovasi agribisnis berbasis komoditas unggulan seperti kopi Liberika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....