Gotong Royong dan Peduli Sekitar Bentuk Keindonesiaan

  • 29 Mar 2026 17:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Fenomena remaja yang semakin sibuk dengan gawai dan aktivitas di dunia digital menjadi tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Interaksi yang lebih banyak terjadi secara virtual dinilai dapat mengurangi kepekaan sosial, termasuk dalam membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari pendekatan yang tepat agar generasi muda tetap aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan menjaga nilai kebersamaan.

Topik "Gotong Royong dan Peduli Sekitar Wujud Keindonesiaan" menjadi pembahasan dalam program Kita Indonesia di Pro 1 RRI Pontianak pada Kamis, 12 Maret 2026. Untuk membahas topik tersebut, hadir via zoom meeting Praktisi Pendidikan Karakter Islami, Akbar Syukrian, M.Pd. sebagai narasumber.

"Perlu kita sadari dan tidak bisa kita pungkiri bahwa memang sikap individualisme serta teknologi yang semakin modern ini membuat nilai gotong royong semakin tergerus. Tapi tentu bukan berarti itu menjadi penghambat. Kita jadikan teknologi yang banyak digandrungi oleh anak-anak muda terutama remaja di usia-usia sekarang itu sebagai alat. Maka tentu gotong royongnya yang harus kita bawa kepada teknologi," ujar Akbar Syukrian.

Wadah komunikasi digital dinilai dapat dimanfaatkan untuk menghimpun anak muda agar tetap terhubung dan berinteraksi secara positif. Melalui platform seperti WhatsApp Group, komunikasi dapat terjalin dengan lebih mudah untuk merencanakan kegiatan bersama maupun berbagi informasi. Media ini juga dinilai efektif dalam mendorong anak muda untuk menginisiasi berbagai kegiatan dan berkumpul secara langsung di dunia nyata.

"Misalnya begini, kita buat sebuah wadah komunikasi digital untuk menghimpun anak-anak muda ini berkomunikasi, yang nanti pada akhirnya mereka ini bisa membuat event atau bisa membuat acara gathering bersama, ini kan yang saat ini digandrungi oleh remaja-remaja. Komunitas itu kan semua berawal dari komunikasi, katakanlah bisa WhatsApp Group dan lain sebagainya sehingga mudah-mudahan dengan itu kita bisa membuat yaitu tadi event acara komunitas. Sekarang kan banyak komunitas yang based on anak muda," ungkap Akbar.

Praktisi Pendidikan Karakter Islami, Akbar Syukrian dalam siaran Kita Indonesia di (Foto: tangkapan layar YouTube Channel Pro 1 RRI Pontianak)

Menurut Akbar kita harus memahami bahwa Indonesia bukan hanya dibangun oleh gedung-gedung yang tinggi, bukan hanya jalan raya yang panjang, atau bahkan tempat wisata yang bagus, tapi indonesia itu ada di setiap tangan kita. Indonesia itu ada di setiap hati kita. Kalau tangan kita mudah untuk mengulurkan bantuan, tangan kita refleks untuk menolong orang, itu adalah indonesia. Mari kita kembali aktifkan kepedulian di dalam diri kita.

"Mulai sekarang gotong royong itu adalah warisan daripada Bapak Bangsa kita. Ingat dia dulu ketika proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Bapak Soekarno dan Hatta itu tidak berjuang sendiri. Ada yang mengetik naskah, ada yang menjahit bendera, ada yang mengumpulkan masa, dan semua itu adalah buah dari gotong royong. Maka hari ini di tengah tempuran teknologi di era digital ini, mari kita sama-sama kembali untuk mengaktifkan ke-gotong royongan, kita mulai dari tempat kita mulai dari diri sendiri, orang tua mulai dari anak-anaknya guru kepada murid-muridnya. Mudah-mudahan kita bisa menyongsong Indonesia emas tahun 2045." pesan Akbar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....