Mudik Bukan Ajang Adu Kesuksesan

  • 26 Mar 2026 14:51 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Mudik adalah perjalanan pulang yang sarat makna, bukan sekadar perpindahan tempat. Ia menjadi momen kembali pada akar, keluarga, dan nilai-nilai kesederhanaan.

Namun tak jarang, suasana mudik berubah menjadi ajang pamer keberhasilan duniawi. Perbandingan harta, pekerjaan, hingga gaya hidup sering tanpa sadar dipertontonkan.

Islam mengajarkan bahwa kemuliaan bukan pada apa yang dimiliki, melainkan pada ketakwaan. Hati yang bersih lebih bernilai daripada penampilan yang penuh gengsi.

Sikap rendah hati menjadi kunci agar silaturahmi tetap hangat dan tulus. Tidak semua keberhasilan perlu diumbar, karena keberkahan sering lahir dari kerahasiaan.

Mengendalikan diri dari keinginan dipuji adalah bentuk jihad yang nyata. Menahan lisan dan sikap agar tidak menyakiti orang lain adalah akhlak mulia.

Saat mudik, lebih baik memperbanyak syukur daripada membandingkan diri. Setiap orang memiliki ujian dan rezeki yang berbeda sesuai ketetapan-Nya.

Fokuslah pada kebahagiaan berkumpul, bukan pada pengakuan orang lain. Karena sejatinya, keluarga merindukan kehadiran, bukan kemewahan yang dipamerkan.

Mudik adalah tentang kembali kepada hati yang bersih dan hubungan yang tulus, bukan tentang menunjukkan siapa yang paling berhasil. Kesederhanaan dan kerendahan hati akan menjadikan perjalanan pulang lebih bermakna di sisi manusia dan Allah.

Baca juga: Lebaran: antara Kemenangan Ruhani dan Godaan Hawa Nafsu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....