Kesaksian Korban Kebakaran yang Hanguskan Enam Rumah di Parwasal

  • 26 Mar 2026 07:07 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Isak tangis dan kepanikan mewarnai musibah kebakaran yang menghanguskan enam unit bangunan di Jalan Parwasal, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu, 25 Maret 2026 malam. Saksi mata sekaligus korban menceritakan betapa cepatnya si jago merah melahap harta benda mereka, hingga tak bisa diselamatkan.

Muslimah (40), salah satu pemilik bengkel yang terbakar habis, menuturkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat singkat. Padahal, beberapa menit sebelum kejadian, ia baru saja tiba di lokasi dan tidak melihat tanda-tanda mencurigakan.

Api Muncul Saat Hendak Memesan Nasi

Muslimah menceritakan, sekitar pukul 20.00 WIB ia tiba di bengkelnya. Karena pintu terkunci dan keponakannya yang memegang kunci sedang keluar, ia memutuskan untuk menunggu di warung nasi tepat di sebelah bengkelnya.

"Saya baru duduk belum sampai lima menit mau pesan nasi, tiba-tiba warga teriak 'api-api!'. Saya langsung lari ke bengkel, pintu didobrak dibantu warga," ujar Muslimah dengan nada bergetar tak tahan menahan air mata.

Meski pintu berhasil dibuka, upaya pemadaman mandiri sia-sia. Api yang diduga berasal dari lorong samping rumah warga di sebelah bengkelnya langsung membesar dalam sekejap.

"Asap pun awalnya tidak kelihatan. Tapi tiba-tiba api langsung besar sekaligus dari dinding samping. Kami cuma bisa teriak minta tolong," katanya.

Bengkel Baru Berjalan Enam Bulan

Nahas bagi Muslimah dan keluarganya, bengkel yang baru dirintis selama enam bulan itu, kini rata dengan tanah. Seluruh isi bengkel, termasuk onderdil, stok oli, hingga empat unit sepeda motor milik pelanggan, hangus terbakar.

"Kondisi bangunan hancur total, 100 persen. Kami belum bisa memprediksi total kerugian, tapi semuanya habis," ucapnya lesu.

Upaya Terakhir Menyiram Satu Ember Air

Kesaksian serupa disampaikan oleh Wakil (46), suami Muslimah. Saat api mulai muncul, ia sempat berusaha menerobos masuk untuk memadamkan api yang merembet dari dinding bangunan sebelah.

"Begitu pintu didobrak, saya lihat api sudah masuk dari rumah samping. Saya sempat ambil satu timba (ember) air untuk menyiram, tapi tidak mampu. Api terlalu besar," kata Wakil.

Karena api tak lagi terbendung, Wakil akhirnya memfokuskan diri untuk menyelamatkan barang-barang seadanya yang masih bisa dijangkau sebelum api menguasai seluruh bangunan. Terkait penyebab pasti, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.

"Kurang tahu pasti, apakah korsleting listrik atau ada unsur lain dari rumah sebelah. Kami masih menunggu pendataan dari Pemerintah Kota juga," katanya.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Parwasal Tiga Jam Baru Bisa Padam

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....