Lebaran: antara Kemenangan Ruhani dan Godaan Hawa Nafsu
- 24 Mar 2026 05:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Lebaran sejatinya adalah hari kemenangan setelah sebulan penuh melatih diri menahan hawa nafsu. Namun, tak jarang, justru di hari itu nafsu kembali menguasai hati tanpa kita sadari.
Banyak orang terjebak dalam kebiasaan pamer, baik pakaian baru, hidangan mewah, maupun gaya hidup. Hal ini muncul karena dorongan ingin diakui, dihargai, dan terlihat lebih dari orang lain.
Padahal Ramadan telah mengajarkan kesederhanaan, keikhlasan, dan pengendalian diri. Ironisnya, nilai-nilai itu sering luntur hanya dalam hitungan hari setelah takbir berkumandang.
Hawa nafsu pamer juga bisa melahirkan penyakit hati seperti riya dan sombong. Jika dibiarkan, ia akan menghapus pahala amal dan menjauhkan hati dari keberkahan.
Solusinya adalah dengan kembali menata niat, bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Fokuskan kebahagiaan pada silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi, bukan pada penampilan.
Latih diri untuk bersyukur dan tampil sederhana meskipun mampu berlebih. Ingat bahwa kemuliaan bukan pada apa yang terlihat, tetapi pada ketakwaan yang tersembunyi.
Hikmahnya, Ramadan bukan sekadar ibadah musiman, melainkan latihan seumur hidup. Jika kita mampu menjaga hati setelah Ramadan, itulah tanda bahwa ibadah kita benar-benar membekas. Wallahualam Bishawab.
Baca juga: Tips Sehat Mengkonsumsi Hidangan Lebaran
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....