Perayaan Nyepi di Kubu Raya Tekankan Makna Penyucian Diri dan Toleransi
- 19 Mar 2026 15:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Umat Hindu di Pontianak melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Pura Giri Pati Mulawarman Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya Rabu, 18 Maret 2026 dengan khidmat. Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Barat, Ida Shri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan, menjelaskan salah satu rangkaian penting dalam Nyepi adalah pawai ogoh-ogoh. Ia menyebut ogoh-ogoh merupakan simbol dari sifat-sifat negatif manusia yang harus disucikan.
“Ogoh-ogoh itu simbolisasi dari sifat angkara murka, sifat-sifat yang negatif,” ujarnya kepada reporter RRI Pontianak usai pawai ogoh-ogoh.
Menurutnya, prosesi pembakaran ogoh-ogoh menjadi bagian dari upaya membersihkan diri secara spiritual. Hal tersebut tidak hanya dimaknai secara simbolis, tetapi juga menjadi refleksi untuk mengendalikan diri.
“Nanti secara spiritual kita ‘membunuhnya’, dibakar. Artinya kita membersihkan diri, bukan hanya tidak berbicara, tapi menyucikan diri secara spiritual,” kata Ida.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama di Kalimantan Barat. Dengan keberagaman yang ada, sikap saling menghormati dinilai menjadi kunci utama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang penting kita sama-sama toleransi. Aman saja. Agama itu baik semua,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan perayaan Nyepi yang berjalan dengan baik. Ia menilai momen ini sebagai bentuk nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Kalimantan Barat.
“Tidak ada mayoritas atau minoritas, semua adalah pemilik Kalimantan Barat ini,” ucap Krisantus.
Ia juga mengingatkan bahwa makna Nyepi tidak hanya sekadar menjalankan puasa selama 24 jam, tetapi juga sebagai momentum untuk membersihkan hati dari berbagai sifat negatif. “Bukan hanya puasa 24 jam, tapi kita membersihkan diri, singkirkan rasa benci, iri, dan dengki,” katanya, menambakan.
Krisantus juga menginginkan bahwa di perayaan Nyepi tahun depan harus lebih ramai lagi untuk memperlihatkan keberagaman agama dan budaya di Kalimantan Barat. Dirinya memberikan dukungan penuh kepada umat Hindu yang menjalankan.
Baca juga: Meriam Karbit Jadi Ajang Gotong Royong Warga Pontianak Sambut Malam Takbiran
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....