Pemkot Pontianak akan Renovasi Rumah Pemotongan Sapi
- 12 Mar 2026 05:58 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak berencana melakukan perbaikan terhadap fasilitas RPH Sapi yang ada di Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara. Langkah ini diambil guna memastikan proses pemotongan hewan di Kota Pontianak sesuai dengan standar ideal dan higienis.
Kondisi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sapi yang ada saat ini dinilai sudah kurang ideal untuk menunjang aktivitas pemotongan dalam skala besar. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan tengah menyiapkan rencana renovasi dan pengembangan fasilitas.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, menyatakan bahwa rehabilitasi ini mencakup perbaikan bangunan utama serta penambahan area pemotongan di bagian belakang lokasi yang ada saat ini. "Kondisinya memang sudah kurang ideal, jadi akan kami perbaiki. Kami juga akan menambah tempat pemotongan lagi di lokasi bagian belakang. Ke depannya, kami ingin membangun RPH yang memang sesuai dengan standar ideal," ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.
Pembangunan RPH yang ideal diakui memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak selain mengandalkan APBD melalui dukungan DPRD Kota Pontianak, juga akan mencoba menjajaki bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat.
Terkait kapasitas, saat ini kandang transit yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 30 hingga 40 ekor sapi. Fasilitas ini pun hanya diperuntukkan sebagai tempat singgah sementara atau transit sebelum sapi dipotong pada malam harinya, dan belum memungkinkan untuk penyimpanan dalam jangka waktu lama.
"Kandang yang kami siapkan itu memang kandang transit sebelum dipotong pada malam harinya. Saat ini kami masih dalam proses perencanaan. Insya Allah setelah lebaran, kami sudah siap untuk pelaksanaan fisiknya. Kami review dulu perencanaannya, mudah-mudahan tidak ada kendala," ucap Irwan.
Sebelumnya, operasional RPH sapi sempat terfokus di kawasan TPI Sungai Rengas. Namun, karena lahan tersebut kini dialokasikan untuk pembangunan Septic Tank (IPAL) maka seluruh fokus pengembangan RPH sapi kini dipusatkan kembali di wilayah Pontianak Utara.
Diharapkan dengan renovasi ini, Kota Pontianak memiliki fasilitas pemotongan hewan yang mandiri, bersih, dan mampu memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat luas secara lebih optimal. Proses pengerjaan fisik bangunan RPH ini ditargetkan mulai berjalan setelah hari raya Idulfitri, menunggu rampungnya tahap tinjauan perencanaan.
Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Munaji telah mendorong Pemerintah Kota melalui dinas terkait untuk segera melakukan optimalisasi fasilitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara. Hal ini dilakukan guna mengejar kembali standar kualitas internasional dan menjamin ketersediaan daging menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK).
Pasalnya, RPH di Pontianak pada dasarnya telah memiliki rekam jejak yang baik, yakni pernah meraih sertifikat ESCAS (Exporter Supply Chain Assurance System) dari Australia. Namun, saat ini mendapat sorotan dari Legislatif Kota Pontianak terkait tingkat kelayakan fasilitas yang hanya diperkirakan baru mencapai 70 persen.
Munaji menilai optimalisasi rumah pemotongan hewan sapi ini urgent untuk menunjang pasok kebutuhan daging sapi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Apalagi saat menghadapi hari besar keagamaan. Di mana intensitas pemotongan sapi diprediksi akan meningkat tajam dari rata-rata harian 40-50 ekor di RPH Kebangkitan Nasional.
Ada beberapa poin krusial, menurut Munaji yang harus diperbaiki. Di antaranya pemasangan stunning block (alat pemingsan hewan), perluasan dan perbaikan fasilitas kandang penampungan sapi.
Kemudian, Munaji juga meminta optimalisasi sistem pengelolaan limbah pemotongan agar terealisasi dengan lebih higienis serta lampu penerangan di kawasan RPH agar tidak gelap gulita di malam hari.
"Fasilitas ini akan digunakan semaksimal mungkin oleh para jagal. Oleh karena itu, kami berharap Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak segera bergerak meningkatkan fasilitas yang ada," katanya.
Baca juga: Legislator Munaji Desak Optimalisasi Fasilitas RPH Pontianak Utara