Pemuda Harus Kuasai 5 Skill Hadapi Bonus Demografi

  • 23 Feb 2026 14:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Aktivis Senior Kalimantan Barat, Faisal Riza, menekankan pentingnya persiapan matang bagi generasi muda dalam menghadapi era bonus demografi. Menurutnya, terdapat lima kemampuan utama (skill) yang wajib dikuasai oleh generasi muda agar peluang besar ini tidak terbuang percuma dan target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.

Faisal kemudian merinci lima modal utama yang harus dimiliki setiap pemuda saat ini. Ppertama, Communication Skill atau kemampuan berkomunikasi secara efektif. Kedua, Problem Solver atau menjadi pemberi solusi atas berbagai hambatan. Ketiga, Pemuda harus memiliki kemampuan analisis dalam hal ini ketajaman dalam membedah data dan situasi. Keempat, interpretasi masalah atau kemampuan memahami akar masalah secara mendalam. Dan kelima kalah kemampuan bahasa dalam hal ini penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi global.

"Sepanjang pemuda mampu menguasai lima syarat tadi, saya kira bonus demografi ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan kita bisa mencapai Indonesia Emas," ujar bang Ical sapaan akrabnya, Senin, 23 Februari 2026.

Aktivis Senior Kalimantan Barat, Faisal Riza saat diwawancara. (RRI/Muhammad Rokib)

Faisal tidak menampik bahwa tantangan ke depan sangat berat. Perlambatan ekonomi dunia dan masifnya kemajuan teknologi yang mulai mengambil alih peran manusia (takeover) menjadi ancaman nyata. Ia berkaca pada negara-negara maju yang sukses memanfaatkan bonus demografi untuk membangun kekuatan ekonomi dunia. Oleh karena itu, ia mendesak agar pemerintah menjadikan investasi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama.

Bagi para pemuda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) maupun kelompok Cipayung, Faisal menyarankan untuk memperkuat relasi dengan pihak pemerintah maupun swasta. Ia juga mengingatkan pentingnya sertifikasi profesi di era industri saat ini.

"Segera ambil peluang sertifikasi sesuai keahlian masing-masing (bahasa, desain visual, dll)," kata Faisal yang juga sebagai Anggota Bawaslu Kalbar ini.

Menurutnya, sertifikasi menjadi bagian untuk bisa pintu masuk utama ke dunia industri dan kerja di masa depan. "Investasi terhadap SDM harus jadi prioritas agar bonus demografi ini tidak lewat begitu saja. Tanpa sertifikasi dan kemampuan yang mumpuni, sulit bagi kita untuk bersaing di dunia kerja ke depan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....