PDAM Pontianak Jelaskan Keluhan Warga Sebab Air Keruh dan Asin

  • 18 Feb 2026 09:40 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menjelaskan penyebab air PDAM yang terasa asin dan keruh di sejumlah wilayah Kota Pontianak dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan ini dimuat kepada media RRI saat musim kemarau dan panas melanda Pontianak pada Senin, 16 Februari 2026.

Abdullah menyatakan, berdasarkan pemantauan rutin, kenaikan kadar garam pada air baku mulai terdeteksi pada Senin, 26 Januari 2026 di intake Sungai Jawi Luar. Sementara lokasi intake lainnya mulai terdeteksi mengalami kenaikan kadar garam pada Rabu, 28 Januari 2026.

Pada awal Februari 2026, kadar garam sempat menurun selama sekitar lima hari. Namun, karena curah hujan yang masih rendah, intrusi air laut kembali terjadi pada air baku. Ia menyebutkan, durasi intrusi air laut tidak dapat dipastikan karena sangat bergantung pada kondisi cuaca dan lamanya musim kemarau.

Menurut Abdullah, penyebab utama kenaikan kadar garam tersebut adalah intrusi air laut akibat menurunnya debit air Sungai Kapuas saat musim kemarau.

Fenomena ini, kata dia, bukan hanya terjadi di Pontianak. Kondisi serupa juga umum dialami daerah pesisir maupun kota yang berada di hilir sungai besar, terutama saat musim kemarau panjang.

Terkait kualitas air, Abdullah menjelaskan intrusi air laut menyebabkan kenaikan kadar klorida pada air baku. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Air Sungai, ambang batas klorida untuk air baku air minum adalah maksimal 300 miligram per liter. Kadar garam tersebut bersifat fluktuatif, tergantung pasang surut air serta kondisi cuaca, sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan di seluruh titik intake.

Sebagai langkah penanganan, Perumda Tirta Khatulistiwa melakukan pemantauan kualitas air secara berkala dan menyesuaikan kapasitas produksi pada waktu tertentu guna menjaga mutu air yang didistribusikan tetap sesuai standar. Jika kadar garam melebihi batas normal, pihaknya akan menginformasikan kepada pelanggan agar air digunakan sementara untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Abdullah menambahkan, dampak yang dirasakan masyarakat antara lain rasa air yang sedikit payau dan sabun yang lebih sulit berbusa. Ia mengimbau pelanggan tidak panik karena kondisi tersebut akan membaik seiring meningkatnya curah hujan dan debit air sungai.

Perumda Tirta Khatulistiwa, lanjutnya, terus berupaya menjaga kualitas layanan demi kenyamanan pelanggan serta akan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....