Bingung Pilih Jurusan? RONDA Pro 2 Hadirkan Solusinya
- 17 Feb 2026 09:07 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) kembali mengudara di Pro 2 RRI Pontianak dan kanal YouTube RRI Pro 2 Pontianak pada Kamis, 12 Februari 2026. Siaran yang dipandu Dipa Repanda ini mengangkat topik Potensi Diri Sebagai Kompas Memilih Jurusan, sebuah tema yang relevan bagi pelajar dan mahasiswa yang tengah berada di fase penentuan arah pendidikan dan karier.
Dalam episode tersebut, RONDA menghadirkan narasumber Muhammad Ridwan, S.Psi., MM., seorang psikolog yang aktif mendampingi remaja dalam pengembangan diri. Ia memaparkan bahwa masa remaja merupakan periode pencarian jati diri yang kerap diwarnai kebingungan, perubahan emosi, serta pengaruh lingkungan sosial yang kuat, sehingga tidak jarang keputusan memilih jurusan dilakukan tanpa pertimbangan yang matang.
Ridwan menjelaskan bahwa salah jurusan sering terjadi karena remaja mengikuti tren, figur idola, atau dorongan orang tua, tanpa terlebih dahulu mengenali potensi diri. Kondisi ini dapat berdampak pada rendahnya motivasi belajar, kelelahan emosional, hingga rasa tidak menikmati proses pendidikan yang dijalani. Menurutnya, memahami diri sendiri menjadi langkah awal yang penting agar pilihan jurusan lebih tepat sasaran.
Selain faktor internal, lingkungan juga memegang peran besar dalam membentuk konsep diri remaja. Pola komunikasi di keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, serta paparan media sosial turut memengaruhi cara remaja memandang kemampuan dan nilai dirinya. Karena itu, dukungan orang tua dan guru diperlukan agar remaja memiliki ruang aman untuk mengeksplorasi minat tanpa merasa dihakimi atau dipaksa mengikuti kehendak tertentu.
Dalam siaran tersebut, pendengar juga diajak memahami pentingnya keseimbangan antara bakat dan minat. Ridwan menekankan bahwa keduanya idealnya berjalan beriringan. Jika hanya mengandalkan minat tanpa bakat, peluang untuk berkembang tetap ada, namun membutuhkan usaha ekstra. Sebaliknya, bakat tanpa minat berisiko membuat seseorang cepat jenuh dan tidak menikmati proses belajar.
“Bakat dan minat itu idealnya selaras. Minat tanpa bakat bisa jalan, tapi peluang berhasilnya tidak seoptimal kalau keduanya sejalan. Karena bakat itu sudah ada sejak awal dan tinggal kita kembangkan,” ujar Ridwan.
Sementara itu, Dipa Repanda mengajak pendengar untuk lebih berani mencari referensi dan bantuan profesional. Ia menilai, kebimbangan memilih jurusan adalah hal yang wajar, terutama di tengah banyaknya pilihan bidang studi saat ini. Pendekatan ilmiah melalui tes bakat minat dapat membantu remaja mendapatkan gambaran yang lebih objektif tentang kecenderungan kemampuan yang dimiliki.
“Kalau masih ragu dengan pilihan jurusan, enggak ada salahnya ikut tes bakat minat atau konsultasi. Lebih baik cari tahu dari sekarang daripada nanti merasa salah jurusan di tengah jalan,” tutur Dipa.
Program RONDA diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk lebih mengenal diri sebelum mengambil keputusan penting dalam hidupnya, dan juga menjadi pengingat bahwa memilih jurusan merupakan proses mengenali potensi diri sebagai kompas untuk melangkah lebih terarah di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....