Zaman Penuh Tekanan dan Ujian Penyakit Mental
- 11 Feb 2026 19:59 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz Buya Yahya dalam media sosialnya menekankan bahwa zaman ini bergerak cepat, tuntutan hidup datang bertubi-tubi tanpa memberi jeda bagi hati dan pikiran. Banyak manusia tersenyum di luar, namun jiwanya lelah dan tertekan dalam diam.
Tekanan ekonomi, sosial, dan perbandingan hidup di media membuat manusia merasa kurang dan gagal. Tanpa disadari, hati kehilangan rasa syukur dan ketenangan yang dahulu sederhana.
Islam memandang bahwa kegelisahan jiwa adalah tanda manusia membutuhkan sandaran yang benar. Ketika hati jauh dari Allah, dunia yang sempit terasa semakin menyesakkan.
Penyakit mental bukan aib, melainkan ujian yang perlu dipahami dengan kasih dan empati. Rasulullah SAW mengajarkan kelembutan kepada jiwa yang rapuh, bukan celaan dan penghakiman.
Zikir, salat, dan doa bukan sekadar ritual, melainkan obat yang menenangkan batin. Dalam mengingat Allah, hati yang retak perlahan menemukan cahaya harapan.
Islam juga mendorong ikhtiar lahir dengan saling menolong dan mencari pertolongan ahli. Menjaga kesehatan jiwa adalah bagian dari amanah menjaga diri yang Allah titipkan.
Di tengah zaman penuh tekanan ini, iman menjadi pelindung terkuat bagi jiwa manusia. Dengan kembali kepada Allah, hidup terasa lebih ringan meski ujian belum berakhir. Wallahu'alam Bishawab.
Baca juga: Penerang di Kuburmu Nanti "Al-Qur'an"
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....