Ngobras: Rumah Qur'an Tempat Belajar Tempat Bertumbuh
- 28 Jan 2026 14:50 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Acara Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) yang mengudara di Pro 1 RRI Pontianak pada Senin malam, 26 Januari 2026, menghadirkan cerita inspiratif tentang peran Rumah Qur’an sebagai ruang belajar sekaligus tempat bertumbuh bagi masyarakat. Salah satu pengajar Rumah Qur’an Babul Jannah, Irfan Alfiansyah, S.Sos., hadir sebagai narasumber dan berbagi kisah perjalanan berdirinya lembaga tersebut.
Irfan menuturkan, Rumah Qur’an Babul Jannah mulai berjalan sejak 2019 menjelang tahun 2020. Berawal dari keprihatinan melihat banyak anak-anak di lingkungan sekitar yang memiliki waktu luang saat libur sekolah, ia bersama seorang warga dermawan bernama Ibu Roilah berinisiatif mengajak anak-anak untuk mengaji.
“Awalnya hanya mengaji biasa, belum ada nama Rumah Qur’an. Anak-anak kita ajak datang dari setelah Magrib sampai ba’da Isya, daripada mereka menghabiskan waktu untuk bermain saja,” ungkap Irfan.
| Baca juga: Anak Masih Suka Menangis saat di Sekolah |
Kegiatan mengaji tersebut kemudian semakin ramai. Melihat antusiasme anak-anak, Ibu Roilah mengusulkan agar kegiatan tersebut diberi nama Rumah Qur’an. Lokasinya yang dekat dengan Masjid Babul Jannah menjadi alasan penamaan Rumah Qur’an Babul Jannah, yang hingga kini terus berkembang.
Pada awal berdiri, pengajar di Rumah Qur’an hanya Irfan dan Ibu Roilah. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengajar bertambah menjadi sekitar lima hingga enam orang. Pesertanya pun beragam, mulai dari anak-anak TK usia sekitar 6–7 tahun hingga orang dewasa, termasuk ibu-ibu meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Irfan menekankan bahwa kehadiran Al-Qur’an mampu memuliakan sebuah tempat. “Bukan Al-Qur’an yang dimuliakan oleh tempat, tetapi tempat itu menjadi mulia karena Al-Qur’an,” ujarnya. Hal ini ia rasakan langsung, karena keberadaan Rumah Qur’an membawa banyak keberkahan, mulai dari kemudahan fasilitas hingga dukungan masyarakat sekitar.
Dalam proses pembelajaran, Rumah Qur’an Babul Jannah menggunakan metode Iqra standar LPTQ Nasional yang dinilai lebih simpel dan fleksibel sehingga mudah dipahami anak-anak. Pendekatan pengajaran pun dilakukan secara persuasif dan bersahabat.
Menurut Irfan, anak-anak yang aktif justru cenderung lebih cepat menangkap pelajaran. Sementara dalam mengajar orang dewasa, khususnya ibu-ibu, dibutuhkan kesabaran ekstra karena faktor usia, namun semangat istiqamah mereka menjadi nilai tambah.
Untuk menjaga semangat belajar, Rumah Qur’an Babul Jannah juga rutin mengadakan kegiatan makan bersama dan memberikan jajanan ringan setelah mengaji. Program ini terbukti efektif meningkatkan motivasi anak-anak.
| Baca juga: Membiasakan Kalender Hijriyah di Rumah |
Pada bulan Ramadan, Rumah Qur’an Babul Jannah secara rutin menggelar program Khataman Qur’an Akbar yang diikuti hingga sekitar 90 peserta dari lingkungan sekitar. Kegiatan ini berlangsung sejak sore hingga waktu berbuka puasa dan dikelola oleh Ibu Roilah bersama para pengajar.
Selain itu, terdapat berbagai program rutin seperti praktik salat berjamaah, pembelajaran tahsin Al-Qur’an, hingga cerdas cermat Islami yang disertai hadiah sederhana seperti alat tulis. Program-program tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak agar tetap semangat belajar Al-Qur’an.
Melalui Rumah Qur’an Babul Jannah, Irfan dan para pengajar berharap dapat terus menghadirkan lingkungan yang ramah, mendidik, dan penuh keberkahan bagi generasi muda di sekitarnya.
Baca juga: Pontianak Borong Dua Penghargaan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....