Duta Bahasa Ajak Gen Z Melek Literasi
- 29 Nov 2025 21:11 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Siaran Santai Siang Pro 2 Pontianak di segmen Pontianak Today, menghadirkan dua duta bahasa Kalimantan Barat, Ilma Suciana (2025) dan Zira Patia (2024). Mereka dihadirkan untuk langsung menjadi pengasuh di program tersebut dengan topik Membangun Identitas Budaya dan Bahasa dalam Literasi Generasi Muda.
Keduanya menekankan bahwa literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tapi juga meliputi literasi digital, finansial, hingga literasi budaya.
Dalam siaran tersebut, Ilma mengungkapkan cara dirinya menggiatkan literasi melalui media sosial. Ia memanfaatkan unggahan bertema sastra untuk menarik minat anak muda.
“Aku bukan tipe kutu buku, tapi aku suka menggunakan gawai dan platform digital untuk menggaungkan literasi,” ujarnya.
Sementara itu, Zira menceritakan pengalamannya menggunakan platform buku digital milik Balai Bahasa, buku.kemdikbud.go.id, sebagai salah satu wadah literasi yang mudah diakses. Menurutnya, platform tersebut membantu anak muda yang lebih nyaman membaca melalui gawai dibandingkan buku fisik.
Keduanya juga menyinggung pengalaman masing-masing ketika mengikuti pemilihan Duta Bahasa. Ilma mengatakan ketertarikannya datang dari kecintaannya terhadap sastra dan budaya. Zira menambahkan bahwa ajang Duta Bahasa berbeda dari kebanyakan kontes karena lebih menekankan kemampuan kebahasaan, bukan fisik.
Dalam pembahasan pengalaman di kegiatan Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas), Zira menyebut Krida Aktivis dan program Cerdas Mengulas Buku sebagai kegiatan yang paling berkesan. Ia melihat langsung bagaimana kreativitas peserta muda dalam memperkenalkan bahasa daerah dan mengulas buku. Ilma menambahkan bahwa kegiatan seperti Geliat Bahasa membantunya mengenal keragaman bahasa di Kalimantan Barat, termasuk Dayak Kanayatn dan Tionghoa.
Menutup siaran, keduanya menyampaikan harapan untuk dapat berkontribusi lebih besar di Ikadubas. Zira yang bertugas di bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) berencana menghadirkan program terkait kesehatan mental untuk anggota. Sementara Ilma ingin memperluas jangkauan kegiatan literasi agar dapat merangkul lebih banyak masyarakat.
Keduanya setuju bahwa duta bahasa memegang peran penting sebagai penggerak literasi. “Yang terpenting adalah niat baik dan kemauan untuk berkembang. Kita belajar bersama,” ucap mereka.
Baca juga: Tiga Kompetensi Wajib Duta Bahasa Kalbar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....