Mutiara Pagi: Hakikat Doa
- 03 Jan 2025 12:48 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Hakikatnya doa itu adalah bentuk ketidakmampuan kita dalam menyikapi berbagai hal. Karenanya doa sejatinya melekat pada siapapun, di manapun dan kapanpun karena tidak ada satu manusia pun yang kuat dalam segala hal.
Manusia memiliki kekuatan dan kelemahan, karenanya kita mengharapkan adanya kekuatan yang lebih, dalam konteks seorang muslim, maka dzat tempat kita bermunajat adalah Allah SWT. Hal ini disampaikan Ustadz Sholihin Hz, S.Ag, M.Pd dalam dialog Mutiara Pagi di Studio RRI Pro 1 Pontianak, Kamis (2/1/2025).
Lebih lanjut Sholihin menyampaikan doa adalah perintah Allah, tidak ada yang besar di hadapan Allah. “Berdoa jangan tanggung-tanggung, misalnya berdoa Ya Allah kami minta masukkan ke surga yang paling tinggi. Allah tidak memandang dari materi doa, tetapi dari berdoa Allah menilai kita sudah mengikuti perintah-Nya, semakin kita berdoa, Allah semakin senang,“ kata Ustadz Sholihin.
Menurutnya, ada empat cara Allah mengabulkan doa kita. Pertama, doa yang langsung dikabulkan Allah, contohnya doa seorang Nabi. Kedua, doa yang Allah kabulkan tapi ditunda hanya masih di dunia.
Ketiga, ada doa yang Allah kabulkan tidak di dunia tapi nanti di akhirat. Keempat, Allah kabulkan doa kita tapi dalam bentuk lain, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
"Belajar ber-khusnudzon kepada Allah, bahwa apapun yang ada saat ini adalah bagian dari bagaimana kita meletakkan Allah sesuai dengan prasangka kita, maka bersangka baiklah kepada Allah. Intinya kita tetap berdoa karena Allah menyuruh kita berdoa dan diiringi dengan DUIT yaitu doa, usaha, ikhtiar dan tawakkal," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....