Dampak Pencemaran Air bagi Lingkungan dan Mahluk Hidup

  • 27 Sep 2024 22:19 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Air menurut KBBI adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang dibutuhkan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengandung hidrogen dan oksigen. Sebagai sumber kehidupan bagi seluruh mahluk hidup, air digunakan untuk berbagai aktifitas kehidupan. Dalam dunia industri, air merupakan medium pembuangan limbah cair, jika air tidak dikelola, pencemaran air akan terjadi.

Kualitas air untuk berbagai keperluan tersebut ditentukan oleh Oksigen terlarut, kebutuhan oksigen biologis, zat padat terlarut, sedimen, PH, suhu dan parameter lainnya seperti logam. Air dikatakan tercemar apabila terdapat gangguan terhadap kualitas tersebut, hingga air tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Sumber pencemaran air darat seperti sungai, air sumur dan danau umumnya tercemar oleh pestisida, PCB, pelarut industry dan berbagai logam. Zat-zat tersebut bersifat lipofilik (mudah larut dalam lemak) sehingga terakumulasi secara biologis pada ikan. Ketika ikan-ikan tersebut dikonsumsi manusia, akan terakumulasi zat pencemar pada tubuh.

Sumber pencemaran di laut berasal dari industri di sekitar pantai yang membuang limbahnya ke dalam perairan laut. Penyebab pencemaran lainnya adalah dari kebocoran kilang minyak lepas pantai dan tumpahan minyak dari kapal tanker pengangkut minyak.

Dampak pencemaran air terhadap mahluk hidup dan lingkungan akan terasa dalam kurun waktu yang lama. Bahkan pencemaran air dapat menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi di Jepang antara tahun 1953 dan 1960 akibat tercemarnya Teluk Minamata oleh senyawa raksa (Hg).

Sumber: menlhk.go.id

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....