3.777 Kasus ISPA di Singkawang, Dinkes Imbau Kurangi Aktivitas Luar

  • 12 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Singkawang – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan warga Kota Singkawang. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) mencatat 3.777 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam kurun 24 Agustus hingga 7 September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes dan KB Kota Singkawang, R. Hendry Aprianto, mengatakan ribuan kasus tersebut tercatat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) milik Pemkot Singkawang.

“Selama periode 24 Agustus sampai 7 September 2026, tercatat 3.777 kasus ISPA,” kata Hendry, Rabu (9/9/2026).

Hendry menyebut kasus ISPA paling banyak menyerang anak-anak, khususnya balita. Meski demikian, keluhan gangguan pernapasan juga ditemukan pada kelompok dewasa hingga lanjut usia.

“Kasus ISPA ini didominasi anak-anak balita. Selain itu, ada juga penderita dari kelompok dewasa sampai lansia,” ujarnya.

Keluhan yang dibawa pasien ke fasilitas kesehatan beragam, mulai dari batuk dan pilek hingga mengalami kesulitan bernapas.

“Keluhan yang banyak disampaikan pasien di antaranya batuk, pilek, bahkan ada yang mengalami susah bernapas,” katanya.

Di tengah kondisi kualitas udara yang belum membaik, Dinkes dan KB mengimbau masyarakat memperketat perlindungan kesehatan. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan keluar hanya untuk keperluan yang mendesak.

“Mengingat tingkat kualitas udara yang belum membaik, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, kecuali memang ada keperluan yang mendesak,” kata Hendry.

Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, buah-buahan, serta makanan bergizi seimbang.

Di sisi lain, Pemkot Singkawang memastikan kebutuhan obat untuk penanganan ISPA di fasilitas kesehatan pemerintah tetap aman.

“Untuk stok obat penyakit ISPA di seluruh faskes milik Pemkot Singkawang, kami menjamin sangat mencukupi,” ujarnya.

Dinkes dan KB Kota Singkawang akan terus memantau perkembangan kasus ISPA seiring kondisi udara yang masih terdampak kabut asap. Warga yang mengalami gangguan pernapasan, terutama kesulitan bernapas, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (Gun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....