Pelukis Wajah Pontianak Manfaatkan AI dan Medsos Perluas Pasar

  • 05 Okt 2026 15:47 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas pasar. Hal itu dirasakan Dadang Indra Nurhadiansyah, pemilik usaha Lukisan Wajah Pontianak, yang memanfaatkan media sosial dan kecerdasan buatan atau AI dalam mengembangkan bisnisnya.

Dadang mengaku mulai menekuni seni lukis sejak sekolah dasar dan mengomersialkan kemampuan melukis wajah setelah lulus SMA pada 2013. Awalnya, ia hanya mengerjakan sketsa pensil hitam putih sebelum mengembangkan teknik lukisan berwarna menggunakan cat akrilik dan kanvas.

“Kalau belajar sih memang autodidak. Semakin saya mendalami, ternyata tekniknya semakin banyak. Saya belajar dari tutorial dan mencari teknik-teknik melukis melalui Google,” ujar Dadang dalam program Ekonomi Digital RRI Pro 1 Pontianak, Jum’at, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, perkembangan media sosial membawa perubahan besar terhadap pemasaran karya. Jika sebelumnya ia mengandalkan Facebook, kini promosi telah merambah Instagram dan TikTok. Kehadiran media sosial juga membuat jangkauan pasar dan pendapatannya meningkat.

“Begitu mendalami Instagram dan TikTok, selain pemasukan menambah, kualitas diri kita juga bisa konsisten. Dari situlah Instagram bisa bikin naik pendapatan saya,” katanya.

Menghadapi perkembangan kecerdasan buatan, Dadang tidak melihat AI sebagai ancaman bagi pelukis. Menurutnya, AI justru dapat dimanfaatkan untuk membantu proses desain dan promosi sebelum sebuah karya diwujudkan secara manual.

“AI itu sebenarnya bukan ancaman untuk kita berhenti berkarya. AI bisa bantu untuk media promosi,” ungkapnya.

Ia mengatakan, AI juga membantunya membuat konsep ketika pelanggan meminta penggabungan beberapa foto, perubahan pakaian, maupun penyesuaian desain. Setelah konsep diperoleh, proses melukis tetap dilakukan secara manual dengan teknik dan sentuhan pribadi.

“AI ini mempermudah sekali untuk mendesain. Tapi tetap balik lagi ke kita dengan sentuhan kita, teknik kita juga,” jelas Dadang.

Menurutnya, lukisan fisik memiliki karakter dan tekstur yang tidak dapat sepenuhnya digantikan gambar digital. Karena itu, pelaku seni di Kalimantan Barat diminta tetap percaya diri mengembangkan karya dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung.

Dadang mengaku mampu bertahan lebih dari satu dekade karena melukis sejak awal bukan semata-mata dianggap sebagai pekerjaan, melainkan hobi. Ketika pesanan sedang sepi, ia tetap melukis untuk mengasah kemampuan.

“Kalau ada orderan saya senang. Yang enggak ada, saya ngelukis aja. Karena ini bukan tuntutan, ini hobi. Bonusnya dibayar,” ujarnya.

Dalam menjalankan usaha, Dadang juga mendapat dukungan istrinya yang menangani administrasi, harga, pesanan, serta promosi melalui media sosial. Menurutnya, pembagian peran tersebut membantu dirinya lebih fokus pada proses kreatif.

Saat ini, ia juga mulai mengembangkan layanan live wedding painting, yakni melukis pasangan pengantin secara langsung di lokasi pernikahan. Layanan tersebut dinilai memberikan pengalaman sekaligus kenang-kenangan yang lebih personal bagi pasangan dan tamu undangan. Selain itu, Dadang membuka kursus melukis secara privat, baik di rumah maupun dengan mendatangi tempat peserta.

Dadang menilai lukisan wajah memiliki peluang pasar yang cukup besar, terutama karena banyak pelanggan membelinya sebagai hadiah untuk orang lain. Ia menyebut harga lukisan sketsa pensil saat ini mulai sekitar Rp250 ribu, sedangkan lukisan akrilik di atas kanvas memiliki harga yang lebih tinggi tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.

Ia menekankan, harga karya seni seharusnya juga menghargai waktu, tenaga, keterampilan, dan proses kreatif pembuatnya.

“Bagi teman-teman yang bisa melukis wajah, tekuni dan coba cari teknik-teknik terbaru. Karya kalian luar biasa dan layak untuk dihargai,” pesan Dadang.

Ia mendorong generasi muda yang memiliki kemampuan menggambar untuk tidak ragu mengembangkan keterampilan tersebut. Menurutnya, berbagai platform digital seperti YouTube dan TikTok kini menyediakan banyak tutorial yang dapat membantu pemula meningkatkan kemampuan.

“Kalau kita sudah bisa basic, biasanya cuma nonton tutorial sudah bisa belajar. Dari yang gambar mukanya tidak mirip, bisa jadi mirip,” pungkasnya.

AI RRIPontianak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....