Lahan Eks-PETI di Bengkayang Hasilkan 5 Ton Jagung
- 18 Agt 2026 17:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Bengkayang - Lahan yang sebelumnya digunakan untuk pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kini dialihfungsikan menjadi area pertanian. Polres Bengkayang melalui Polsek Bengkayang memanen jagung di Demplot Jagung Sentagi Dalam, Desa Bani Amas, Kecamatan Bengkayang, Selasa 18 Agustus 2026.
Panen dilakukan di atas lahan sekitar dua hektare yang sebelumnya merupakan area eks-PETI. Dari lahan tersebut, petani berhasil memperoleh sekitar lima ton jagung.
Pemanfaatan lahan eks-PETI ini menjadi bagian dari dukungan Polres Bengkayang terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya pengembangan komoditas jagung menuju swasembada pangan.
Sebelumnya, lahan tersebut ditanami jagung menggunakan benih hibrida NK 6172-Bt11xGA21 Perkasa Sakti sebanyak kurang lebih 25 kilogram. Meski merupakan bekas area pertambangan, tanaman dapat berkembang dengan baik hingga menghasilkan sekitar lima ton jagung saat panen.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab turut menyerahkan bantuan alat penyemprot atau sprayer kepada Kelompok Tani Panca Bengkayang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas petani dalam merawat tanaman dan meningkatkan hasil produksi.
Syahirul Awab mengapresiasi pemanfaatan kembali lahan eks-PETI menjadi lahan pertanian produktif. “Saya turut berbangga karena hari ini kita bisa memanfaatkan lahan eks-PETI untuk ditanam jagung. Hasilnya hari ini bisa kita lihat bersama, jagung yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan kita bisa melaksanakan panen raya,” ujarnya.
Ia menilai perubahan fungsi lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan. Syahirul juga mendorong masyarakat, kelompok tani dan instansi pemerintah untuk memanfaatkan lahan kosong yang masih tersedia agar dapat menghasilkan nilai tambah.
“Apabila Bapak dan Ibu memiliki lahan kosong yang tidak terpakai, silakan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Saya mengajak masyarakat, kelompok tani dan instansi pemerintah untuk terus mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur agar berdampak positif terhadap ekonomi warga,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan kepolisian dalam pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap agenda ketahanan pangan pemerintah. “Tugas pokok Polri selain melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, Polri juga turun ke lapangan sebagai petani jagung untuk menanam jagung guna menyukseskan program ketahanan pangan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan penanaman hingga panen jagung tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari Polri, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani hingga masyarakat. “Program penanaman dan panen jagung ini merupakan wujud nyata dukungan aktif Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan serta swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Syahirul menilai jagung merupakan salah satu komoditas yang strategis bagi ketahanan pangan. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani lokal.
Polres Bengkayang berharap pemanfaatan lahan eks-PETI untuk pertanian dapat menjadi contoh yang terus dikembangkan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bengkayang dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Baca juga: Sempat Buron, Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tiri Akhirnya Ditangkap
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....