Iman di tengah Badai, Yakobus Ajak Umat Tak Takut dan Tetap Percaya
- 10 Agt 2026 08:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ketakutan dan kecemasan kerap membuat manusia kehilangan fokus dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, umat diajak untuk tetap mengandalkan Tuhan dan tidak membiarkan besarnya masalah mengalahkan iman.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Katolik Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Pontianak, Yakobus Julianelis, S.T., M.Sos., dalam permenungan rohani yang mengangkat tema “Tenanglah, Inilah Aku, Jangan Takut”, yang diambil dari Injil Matius 14:22-33, pada acara "Mutiara Pagi", Minggu, 9 Agustus 2026, di RRI Pro 1 Pontianak.
Yakobus menjelaskan, kisah Yesus berjalan di atas air dan pengalaman Petrus menjadi gambaran kehidupan manusia ketika menghadapi badai persoalan. Petrus mampu berjalan di atas air ketika pandangannya tertuju kepada Yesus, namun mulai tenggelam ketika perhatiannya beralih kepada angin dan gelombang.
“Ketika badai kehidupan atau masalah dunia menghantam kita, kita jangan membiarkan besarnya masalah mengalihkan pandangan kita dari kuasa Tuhan. Kita mesti mengandalkan Tuhan,” ujar Yakobus.
Menurutnya, ketakutan dapat memengaruhi pikiran, hati, hingga keberanian seseorang dalam mengambil langkah. Bahkan, rasa takut terhadap kegagalan dapat membuat seseorang tidak berani mencoba sesuatu yang sebenarnya mampu dilakukannya.
Yakobus mencontohkan seseorang yang takut mengalami kerugian dalam berusaha. Ketakutan tersebut dapat membuat orang memilih untuk tidak memulai usaha sama sekali. Kondisi itu menunjukkan bahwa ketakutan dapat membatasi seseorang untuk berkembang dan melangkah maju.
Ia menegaskan, iman kepada Tuhan bukan berarti manusia tidak pernah merasa takut. Keberanian justru ditunjukkan ketika seseorang tetap melangkah dan mempercayakan kehidupannya kepada Tuhan meski sedang berada dalam situasi sulit.
“Keberanian sejati bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan keputusan untuk terus melangkah dan memfokuskan pandangan kepada Kristus di tengah rasa takut itu sendiri,” katanya.
Yakobus juga mengajak umat untuk membangun kedekatan dengan Tuhan melalui doa dan keheningan. Ia mengaitkannya dengan kisah Nabi Elia yang menemukan kehadiran Allah bukan dalam angin besar, gempa, maupun api, melainkan dalam suara angin sepoi-sepoi yang lembut.
Menurutnya, ketenangan batin tidak selalu muncul karena persoalan telah selesai. Ketenangan dapat hadir ketika seseorang menyadari bahwa Tuhan tetap berjalan bersamanya di tengah persoalan.
“Ketenangan sejati tidak lahir dari ketiadaan masalah di sekitar kita, melainkan dari kepastian siapa yang berjalan bersama kita di dalam perahu kehidupan tersebut,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa pertolongan Tuhan hadir ketika manusia menyadari keterbatasannya dan berseru memohon pertolongan. Hal tersebut tergambar ketika Petrus mulai tenggelam dan berteriak meminta pertolongan kepada Yesus. Tanpa menunda, Yesus mengulurkan tangan dan menyelamatkannya.
Yakobus mengingatkan umat untuk tidak larut dalam kecemasan terhadap masa lalu maupun masa depan. Seluruh pekerjaan, usaha, perjalanan, tantangan, dan kesulitan kehidupan hendaknya diserahkan kepada Tuhan melalui doa.
“Jangan takut, Tuhan selalu beserta kita. Mari kita selalu berjalan bersama Tuhan. Langkahkan kaki kita dari langkah yang pertama ke langkah berikutnya bersama Tuhan,” ujarnya.
Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi penguatan bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai bentuk “badai” kehidupan, baik persoalan ekonomi, relasi, pekerjaan, maupun ketidakpastian masa depan.
Melalui kisah Petrus, umat diajak untuk belajar bahwa fokus kepada Tuhan menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan. Ketika perhatian sepenuhnya tertuju pada besarnya masalah, rasa takut dapat semakin menguasai diri. Sebaliknya, dengan tetap percaya dan berserah, seseorang dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan.
Yakobus mengajak umat untuk menjadikan pesan Yesus, “Tenanglah, inilah Aku, jangan takut,” sebagai pengingat bahwa manusia tidak menjalani perjalanan hidup seorang diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....