Puskesmas Parit Mayor Cek Kesehatan Relawan SPPG guna Keamanan MBG

  • 08 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kondisi kesehatan relawan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Karena itu, Puskesmas Parit Mayor memeriksa kesehatan puluhan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parit Mayor 006, Kota Pontianak, Sabtu, 8 Agustus 2026.

‎Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh tenaga yang terlibat langsung dalam pengolahan makanan berada dalam kondisi sehat sebelum SPPG menjalankan operasionalnya.

‎Kepala Puskesmas Parit Mayor, Sulistio Adhi Purnomo, mengatakan pemeriksaan kesehatan diperlukan karena makanan yang diolah relawan akan dikonsumsi kelompok sasaran MBG, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui hingga anak sekolah.

‎Menurutnya, kondisi kesehatan tenaga pengelola makanan harus dipastikan sejak awal untuk mencegah potensi gangguan terhadap keamanan pangan.

‎"Kita harus memastikan setiap karyawan yang ada di dapur MBG harus dalam kondisi sehat. Makanya kita lakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Di samping kesehatan gratis juga kita melakukan deteksi dini penyakit tidak menular," ujar Sulistio.

‎Pemeriksaan meliputi skrining kesehatan dan deteksi dini penyakit tidak menular. Petugas juga menggali riwayat penyakit dalam keluarga serta sejumlah faktor risiko, termasuk kebiasaan merokok.

‎Sulistio mengatakan pemeriksaan kesehatan terhadap relawan juga menjadi bagian dari program Cek Kesehatan Gratis yang menyasar masyarakat, termasuk tenaga yang bekerja di lingkungan SPPG.

‎Tak hanya kondisi relawan, Puskesmas Parit Mayor turut memastikan aspek higiene dan sanitasi lingkungan dapur. Pemeriksaan mencakup kondisi kebersihan, pengelolaan sampah, hingga sistem pengolahan limbah.

‎"Selain kita melihat dari karyawannya, kita juga melihat keadaan kondisi dapur. Jadi paling tidak higiene, sanitasi, baik itu perorangan atau dapurnya benar-benar sehat," katanya.

‎Menurut Sulistio, pengelolaan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pada fasilitas pengolahan makanan dalam jumlah besar. Air limbah, kata dia, semestinya diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.

‎Dari hasil pemeriksaan lingkungan, kondisi dapur SPPG Parit Mayor secara umum dinilai telah memenuhi persyaratan. Namun, masih diperlukan sejumlah pembenahan, terutama terkait alur keluar-masuk dalam proses pengolahan makanan.

‎Sementara itu, Kepala SPPG Parit Mayor 006, Ridho Gumilang, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh 43 relawan sebagai bagian dari persiapan menuju operasional SPPG.

‎Ridho menilai pemeriksaan kesehatan dan pengecekan lingkungan dapur menjadi langkah penting untuk memastikan standar kesehatan, kebersihan, keamanan pangan, dan pelayanan diterapkan sejak awal.

‎"Kami ingin memastikan bahwa pelayanan MBG dimulai dengan standar yang baik, baik dari sisi SDM, kebersihan, keamanan pangan, maupun kualitas pelayanan," kata Ridho.

‎Ia berharap pembenahan terhadap sumber daya manusia dan lingkungan dapur dapat dilakukan secara konsisten, sehingga SPPG Parit Mayor 006 mampu mendukung pelaksanaan MBG dengan tetap mengedepankan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....