Ubah Keresahan Jadi Buku, Kopermeka Bekate Dampingi Ratusan Penulis Perempuan
- 03 Agt 2026 07:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Krisis identitas yang kerap dialami perempuan, baik akibat tekanan lingkungan maupun ekspektasi media sosial, dapat diatasi melalui kegiatan literasi yang produktif. Hal tersebut menjadi fokus utama Komunitas Perempuan Menulis Khatulistiwa (Kopermekha) Bekate di Kalimantan Barat dalam mendampingi perempuan untuk mengubah keresahan batin menjadi sebuah karya nyata.
Ketua Umum Kopermeka Bekate, Rizki Diansari, menjelaskan bahwa komunitas yang berdiri sejak 17 Agustus 2019 ini berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya peringkat literasi Indonesia pada penilaian PISA 2018, di mana Kalimantan Barat juga mencatatkan posisi yang sangat rendah dalam evaluasi daerah. Komunitas ini hadir sebagai ekosistem pendukung bagi 123 anggotanya untuk menyalurkan minat menulis tanpa batasan usia. Latar belakang anggotanya sangat beragam, mencakup rentang generasi Z hingga kelompok ibu rumah tangga.
Menurut Rizki, menulis ibarat proses mengurai benang kusut di dalam pikiran, sehingga sangat efektif dijadikan sarana penyembuhan diri bagi perempuan yang sedang mengalami krisis kepercayaan diri. Senada dengan hal tersebut, Humas Kopermekha Bekate, Desta Wardhaniab, menyarankan generasi muda untuk berani menuangkan isi hati ke dalam tulisan. Ia juga mengingatkan kaum muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh standar media sosial yang kerap memicu rasa rendah diri maupun ketakutan akan perundungan.
Guna mewujudkan tulisan menjadi karya fisik, Kopermekha memfasilitasi anggotanya melalui program pendampingan kepenulisan bernama Aksara Lab. Program pendampingan tatap muka yang digelar setiap dua pekan sekali ini menargetkan setiap peserta mampu menyusun dan menerbitkan buku pribadi (solo) pada bulan Desember mendatang.
Sebagai tambahan dari program reguler, komunitas ini tengah bersiap meluncurkan buku antologi keenam yang mengangkat tema sejarah lokalitas pesisir Kota Pontianak. Karya antologi tersebut merupakan hasil observasi lapangan para anggota melalui program penelusuran sejarah bertajuk Jalan-jalan bersama Kopermekha (Jalika) di sekitar Pasar Tengah hingga kawasan Tanah Seribu.
Dalam penutup dialognya, Rizki mengingatkan bahwa buku merupakan investasi abadi yang akan terus melekat pada kepribadian seseorang, berbeda dengan barang konsumtif seperti pakaian atau riasan wajah yang memiliki masa pakai. Pihaknya mengajak seluruh perempuan di Kalimantan Barat untuk tidak ragu memulai kebiasaan menulis sebagai langkah mencintai diri sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....