Shalat Jadi Kunci Ketenangan dan Pondasi Utama Keislaman
- 07 Jun 2026 14:46 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Shalat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam, bahkan menjadi amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT pada hari kiamat. Selain sebagai kewajiban, shalat juga diyakini menjadi sarana memperoleh ketenangan jiwa dan memperkuat pondasi keislaman seorang muslim.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadzah Hendon Usman saat memberikan tausiah dalam acara “Mutiara Pagi” RRI Pro 1 Pontianak pada Sabtu, 06 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa Islam dibangun atas lima rukun sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
"Agama Islam dibangun atas lima perkara, yaitu syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu," ujar Hendon Usman.
Menurutnya, Rasulullah SAW mengibaratkan Islam seperti sebuah kemah yang ditopang lima tiang. Syahadat menjadi tiang utama, sedangkan shalat, zakat, puasa, dan haji menjadi penyangga yang menguatkan bangunan keislaman seseorang.
"Kalau salah satu tiang penyangga tidak ditegakkan, maka bangunan itu akan menjadi miring. Karena itu shalat harus dijaga sebagai pondasi penting setelah syahadat," katanya.
Ustadzah Hendon menegaskan bahwa shalat merupakan amalan yang paling dicintai Allah SWT setelah keimanan. Ia mengutip hadis dari Abdullah bin Mas'ud yang menyebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai amal yang paling dicintai Allah, beliau menjawab shalat, kemudian berbakti kepada orang tua dan jihad di jalan Allah.
Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah, shalat juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental dan ketenangan hati. Menurut Hendon, seseorang yang menegakkan shalat dengan baik akan lebih mudah mendapatkan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
"Kalau ingin mencari ketenangan, maka dirikanlah shalat. Shalat adalah mi'raj seorang hamba kepada Allah. Di situlah tempat terbaik untuk mengadu dan mendekatkan diri kepada-Nya," ungkapnya.
Ia menambahkan, gerakan shalat yang diawali dengan wudu juga membantu memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkan shalat dalam kondisi apa pun.
| Baca juga: Waktu adalah Amanah Berharga |
"Allah sudah memberikan keringanan. Jika tidak mampu berdiri bisa duduk, jika tidak mampu duduk bisa berbaring, bahkan dengan isyarat. Artinya jangan sampai kita meninggalkan shalat," tegasnya.
Ustadzah Hendon juga mengingatkan bahwa kualitas kekhusyukan dalam shalat perlu terus diperbaiki dengan memahami bacaan yang dibaca, khususnya Surah Al-Fatihah.
"Jangan pernah meninggalkan shalat hanya karena merasa belum khusyuk. Tetap dirikan shalat dan terus belajar memperbaikinya. Allah melihat usaha dan niat baik hamba-Nya," pungkasnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....